BerdayaNews.com, Jakarta – Peta kekuatan ekonomi Indonesia akan segera diperbarui! Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi telah menabuh genderang dimulainya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) lewat acara Kick-Off Publisitas. Menggandeng Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), langkah besar ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bersiap memotret wajah baru perekonomian nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Berbeda dengan sensus sebelumnya, SE2026 membawa misi yang lebih modern dan relevan dengan zaman. Tidak hanya sekadar mendata karakteristik usaha konvensional, sensus kali ini akan secara khusus “menangkap” denyut nadi ekonomi masa kini, seperti ekonomi digital, ekonomi lingkungan (hijau), dan ekonomi kreatif.

Sekretaris Utama BPS RI, Zulkipli, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa SE2026 adalah fondasi krusial untuk menjawab tantangan transformasi ekonomi nasional. Di hadapan ratusan perwakilan humas kementerian/lembaga, asosiasi pengusaha, dan media massa, Zulkipli menyampaikan ajakan kolaborasi yang kuat.

“Kami mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk menjadi communication multiplier (pengganda komunikasi) yang mampu memperluas gaung SE2026 kepada jutaan pelaku usaha di tanah air. Bagi asosiasi, ini adalah kesempatan emas untuk memastikan bahwa kondisi anggotanya benar-benar tercermin dalam data nasional. Sementara bagi kementerian dan lembaga, ini momentum untuk memperkuat kebijakan berbasis data,” tegas Zulkipli.

Baca juga :  Pemerintah Kota Bekasi Bersama Perumda Tirta Patriot Luncurkan Spot Air Minum Keren

Arah Kebijakan Masa Depan Ada di Data SE2026

Untuk diketahui, SE2026 akan menyapu bersih pendataan seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia. Pengecualian hanya berlaku untuk tiga sektor, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Kategori A); Administrasi Pemerintahan (Kategori P); serta Badan Internasional (Kategori U).

Data paripurna inilah yang kelak akan menjadi “kompas” pemerintah dalam merancang kebijakan strategis. Mulai dari arah kebijakan industri, investasi, pengembangan UMKM, hingga penciptaan regulasi pendukung ekonomi digital yang lebih tepat sasaran. Bagi pelaku usaha dan asosiasi, data ini juga menjadi ‘senjata’ valid untuk advokasi dan pengembangan bisnis berbasis bukti (evidence-based).

Jamin Kerahasiaan Data & Tangkal Hoaks

Menyadari besarnya tantangan di lapangan—terutama terkait kekhawatiran pengusaha saat dimintai data—Staf Ahli Menteri Komdigi Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawati, mengingatkan pentingnya orkestrasi narasi yang tepat di forum Bakohumas.

“Saya mengajak semua pihak untuk mengedepankan tiga pendekatan utama: kejelasan pesan mengenai manfaat dan kerahasiaan data, kolaborasi dengan asosiasi usaha, serta respons cepat terhadap misinformasi (hoaks) yang berpotensi menghambat partisipasi,” ujar Molly. BPS menjamin bahwa kerahasiaan data pelaku usaha akan dijaga ketat dan semata-mata digunakan untuk kepentingan agregat pembangunan.

Baca juga :  Kemensos Kucurkan Rp1,8 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera, LSM RIB Ingatkan Pentingnya Bansos Adaptif Tepat Sasaran

Sebagai amunisi kampanye, BPS juga telah merilis serangkaian materi komunikasi kekinian, mulai dari video publisitas, aset visual kampanye, hingga konten media sosial yang dirancang seragam, masif, dan mudah dipahami oleh semua lapisan pelaku usaha.

Dengan sinergi lintas sektor yang solid, SE2026 diyakini tak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul angka, melainkan tonggak sejarah yang akan menuntun langkah transformasi ekonomi Indonesia. Mari bersiap, pastikan usaha Anda tercatat untuk membawa Indonesia melompat lebih jauh!fs