BerdayaNews.com, Mataram – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memulai rangkaian program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengusung tema “Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas”, program ini menjadi langkah strategis KPK dalam memperkuat pendidikan antikorupsi sekaligus membangun budaya integritas yang melibatkan pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat.

Pembukaan JNBA 2026 berlangsung di Pendopo Wali Kota Mataram dan dihadiri Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, pelajar, hingga berbagai elemen komunitas.

Dalam sambutannya, Ibnu menegaskan bahwa JNBA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan nasional yang bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas dan mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi.

“Tahun ini Jelajah Negeri kita mulai dari Indonesia Timur, lebih tepatnya di Nusa Tenggara Barat. Tanamkan nilai integritas sejak dini, dan rawat hingga nanti,” ujar Ibnu saat membuka JNBA 2026 di Mataram.

Korupsi Kecil Harus Dihentikan Sejak Awal

Menurut Ibnu, pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada kasus-kasus besar, tetapi juga harus menyasar praktik-praktik koruptif yang sering dianggap lumrah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga :  Harris Bobihoe Hadiri RUPS Bank BJB

Karena itu, KPK terus mengedepankan pendekatan pendidikan sebagai strategi utama pencegahan korupsi. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, disiplin, dan keadilan harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari karakter bangsa.

“Melalui jalur pendidikan dan pencegahan, KPK ingin mengajak seluruh masyarakat melakukan tindakan-tindakan antikorupsi,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan membangun budaya antikorupsi tidak mungkin dicapai oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, hingga masyarakat umum.

Ruang Publik Jadi Sarana Edukasi Integritas

Dalam kesempatan tersebut, KPK juga mendorong pemanfaatan ruang-ruang publik sebagai media penyebaran pesan antikorupsi.

Menurut Ibnu, edukasi mengenai integritas harus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi yang mudah diakses, mulai dari pertemuan warga, papan informasi digital, videotron, baliho, hingga media sosial.

“Aparat dan masyarakat harus bekerja bersama untuk menghilangkan perilaku koruptif, saling mendukung, dan saling mengingatkan. Pesan-pesan antikorupsi dapat disampaikan melalui berbagai ruang publik,” ujarnya.

KPK Gandeng Tokoh Agama Perkuat Pesan Antikorupsi

Menariknya, KPK juga mengintegrasikan pendekatan keagamaan dalam kampanye antikorupsi. Langkah ini dilakukan karena nilai-nilai integritas sejatinya sejalan dengan ajaran seluruh agama yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

Baca juga :  Piala Dunia 2026 dan Pendidikan Karakter: Ketika Sepak Bola Menjadi Kelas Terbesar di Dunia

Sebagai bagian dari rangkaian JNBA 2026, KPK berencana menggelar khutbah Jumat bertema antikorupsi untuk memperkuat kesadaran moral masyarakat.

“Insya Allah akan diselenggarakan khutbah Jumat bertema antikorupsi, karena perbuatan korupsi di agama mana pun dan di daerah mana pun pasti tidak dibenarkan,” kata Ibnu.

Mataram Bangga Jadi Titik Awal Gerakan Nasional

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KPK yang memilih Kota Mataram sebagai lokasi pembuka JNBA 2026 untuk wilayah Indonesia Timur.

Menurutnya, kehadiran program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya integritas dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Mataram dan masyarakat karena kegiatan ini dimulai dari Kota Mataram untuk Indonesia Timur,” ujar Mohan.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pejabat negara, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen bangsa.

“Keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya pejabat pemerintah,” tambahnya.

Pendidikan Antikorupsi Masuk Sekolah Sejak Dini

KPK juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan antikorupsi sejak bangku sekolah. Berbagai kerja sama telah dilakukan dengan kementerian terkait agar nilai-nilai integritas menjadi bagian dari proses pembelajaran nasional.

Baca juga :  KPK dan Kementerian PANRB Percepat Program ASN Berintegritas, Target Jangkau 6,5 Juta ASN di Seluruh Indonesia

Pendidikan antikorupsi tidak hadir sebagai mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada, seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, dan pembelajaran karakter lainnya.

“Sifatnya sisipan dalam berbagai mata pelajaran. Ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi yang berintegritas,” jelas Ibnu.

Dari Mataram untuk Indonesia yang Bersih dan Berintegritas

Melalui JNBA 2026, KPK berharap gerakan antikorupsi tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi benar-benar menjadi budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dimulai dari Kota Mataram, semangat membangun Indonesia yang jujur, bersih, dan berintegritas diharapkan menyebar ke seluruh penjuru negeri. Sebab, perang melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat. (Red/fs)