BerdayaNews.com, Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri kegiatan doa bersama untuk para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan duka mendalam atas peristiwa tragis yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Dalam kesempatan itu, Tri menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan seluruh korban mendapatkan haknya secara layak, baik santunan bagi ahli waris maupun jaminan perawatan bagi korban luka.

“Sebagai kepala daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, baik santunan bagi ahli waris maupun penanganan maksimal bagi korban yang sedang dirawat,” ujarnya.

Tri juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat mulai dari Presiden Republik Indonesia, menteri koordinator terkait, hingga Gubernur Jawa Barat yang turut memberikan dukungan dan bantuan bagi para korban sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Bekasi memperketat penjagaan di sejumlah perlintasan sebidang, khususnya di kawasan Bulak Kapal dan Ampera. Penjagaan dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga :  Pameran Kinerja Kejaksaan On The Spot 2025: Wujud Nyata Keterbukaan Informasi Publik dan Edukasi Hukum bagi Masyarakat

Menurut Tri, sistem pengamanan perlintasan ke depan harus beralih dari sistem manual menuju sistem elektrikal guna meningkatkan standar keselamatan transportasi.

“Penjagaan pintu kereta itu tidak bisa sembarangan, harus ada ilmunya. Kami akan mengusulkan 22 orang untuk mengikuti pelatihan, dengan kuota awal 16 orang, agar penjagaan lebih profesional dan sesuai standar keselamatan,” jelasnya.

Selain peningkatan kompetensi petugas, Pemerintah Kota Bekasi juga akan menutup sejumlah perlintasan kereta ilegal yang masih beroperasi, termasuk di wilayah Kranji, guna meminimalkan risiko kecelakaan.

“Lebih baik masyarakat memutar sedikit daripada harus menghadapi risiko kecelakaan yang bisa merenggut nyawa,” tegas Tri.

Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Bekasi memprioritaskan pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal. Rencana tersebut tengah dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono.

Tri menyebut pembahasan pembebasan lahan senilai Rp116 miliar ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026 agar proyek dapat segera direalisasikan.

Ia berharap seluruh langkah yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan PT KAI dapat memperkuat sistem keselamatan transportasi di Kota Bekasi serta mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Baca juga :  Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Seluruh Korban Ditanggung Pemkot Bekasi

“Ini adalah ikhtiar bersama. Semoga semua prosesnya dilancarkan dan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” tutupnya. (Red/fs)