BerdayaNews.com, Lanny Jaya, Papua Pegunungan – Gerakan literasi yang digagas oleh tokoh muda Papua, Angginak Sepi Wanimbo, kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda melalui penyaluran buku bacaan dan kegiatan edukatif di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 3 Mei 2026, bertempat di Gereja Baptis Onggeme. Program ini menyasar pemuda gereja sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi sekaligus memperkuat kapasitas generasi penerus di wilayah Papua Pegunungan.
Selain menyalurkan buku bacaan, Angginak Sepi Wanimbo juga hadir sebagai narasumber dalam seminar bertema “Pentingnya Pendidikan”. Seminar ini dirancang sebagai penguatan kapasitas bagi pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA, dengan fokus mendorong keberlanjutan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi di berbagai kota studi.
Dalam pemaparannya, Angginak menekankan pentingnya disiplin belajar, konsistensi dalam mengejar pendidikan, serta keseimbangan antara pendidikan formal dan pelayanan di gereja. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh integritas, kejujuran, dan komitmen spiritual.
“Kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan fokus, kerja keras, serta kesetiaan dalam menjalani proses, baik di sekolah maupun dalam pelayanan,” ujarnya di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa buku memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan generasi muda. Budaya membaca, menurutnya, merupakan kunci utama dalam membuka wawasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Angginak juga mengajak generasi muda Papua untuk tetap menjaga identitas budaya, bahasa, dan sejarah sebagai fondasi dalam membangun masa depan. Ia menilai bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari kesadaran kolektif masyarakatnya dalam memahami dan melestarikan jati diri.
Tidak hanya itu, ia mendorong para lulusan perguruan tinggi agar tidak bergantung sepenuhnya pada rekrutmen aparatur sipil negara, tetapi mulai mengembangkan keterampilan dan membuka peluang usaha secara mandiri sesuai bidang keahlian masing-masing.
Kegiatan ini turut menjadi momentum awal untuk mendorong pembentukan ruang-ruang belajar bersama di Onggeme, seperti lapak baca dan pelatihan keterampilan, meliputi kemampuan literasi dasar, bahasa Inggris, bahasa daerah Lani, sejarah lokal, hingga keterampilan praktis seperti komputer dan musik.
Gerakan literasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran gereja sebagai pusat pembinaan moral dan pendidikan di tengah masyarakat. (Red/fs)


