BerdayaNews.com, Kabupaten Bekasi — Kondisi fisik SMP Negeri 3 Cibitung yang berlokasi di Jl. Ir. Soekarno-Hatta, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan. Sekolah dengan akreditasi A (Amat Baik) ini dinilai memiliki kondisi bangunan yang tidak mencerminkan standar kelayakan sarana pendidikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian gedung sekolah tampak mengalami kerusakan yang cukup serius. Lantai kelas terlihat retak dan aus, dinding banyak yang mengelupas, plafon rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan, serta pintu kelas yang sudah tidak layak pakai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar.

Ironisnya, status akreditasi A yang disematkan kepada sekolah tersebut justru berbanding terbalik dengan kondisi riil infrastruktur yang ada. Akreditasi seharusnya mencerminkan kualitas menyeluruh, termasuk sarana dan prasarana pendukung pendidikan.

SMP Negeri 3 Cibitung diketahui beralamat lengkap di Jl. Ir. Soekarno-Hatta, Dusun Pisang Batu, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kode pos 17520. Berdasarkan data resmi Data Pokok Pendidikan Kemendikdasmen, sekolah ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Dr. H. R. Supratman, M.Pd.

Baca juga :  Kabupaten Bekasi Raih Penghargaan Proklim Utama 2025, Wujud Komitmen Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Namun, saat tim BerdayaNews mencoba melakukan konfirmasi langsung, Kepala Sekolah tidak berada di tempat. Salah satu pegawai sekolah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Kepala Sekolah disebut jarang berada di sekolah.

“Biasanya hanya absen pagi dan sore, tapi setelah itu tidak ada di tempat,” ujarnya.

Kondisi ini semakin memperkuat pertanyaan publik terkait pengawasan dan pengelolaan sekolah, khususnya dalam penggunaan anggaran. Mengingat pemerintah secara rutin mengalokasikan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), termasuk untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, maka kondisi fisik yang memprihatinkan ini menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pemanfaatan anggaran.

Berdasarkan data Dapodik per April 2026, SMP Negeri 3 Cibitung memiliki total sekitar 1.126 peserta didik. Jumlah ini terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan yang tersebar dalam 33 rombongan belajar (kelas). Sekolah ini berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sekolah Kita +2
  • Total Siswa: ±1.126
  • Siswa Laki-laki: 565
  • Siswa Perempuan: 561
  • Rombongan Belajar: 33
Data ini mencerminkan kapasitas sekolah untuk tahun ajaran 2025-2026, di mana sekolah ini juga mempersiapkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru.

Secara normatif, penggunaan Dana BOS telah diatur dalam berbagai regulasi, termasuk kewajiban transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung operasional sekolah, termasuk perawatan dan perbaikan fasilitas pendidikan.

Baca juga :  Wujudkan Estetika Kota, Tri Adhianto Percepat Penataan Kabel Semrawut di 168 Ruas Jalan Bekasi

Dengan kondisi yang ada, civitas sekolah dan para siswa mempertanyakan sejauh mana dana pemeliharaan telah digunakan sesuai peruntukannya. Selain itu, pengawasan dari dinas pendidikan setempat juga menjadi sorotan, mengingat kondisi kerusakan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan menunjukkan indikasi kurangnya perawatan dalam jangka waktu tertentu.

Video Kondisi Real Gedung SMPN 3 Cibitung (29 April 2026)

BerdayaNews akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak sekolah dan instansi terkait guna memperoleh klarifikasi resmi, termasuk terkait penggunaan anggaran serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

(Tim Investigasi BerdayaNews/bs/fs)