“Jangan kita bangga dengan hanya kata-kata kaya, produksi ini, milik itu, tidak. Kita harus sekarang berjuang agar kekayaan itu benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Kita harus menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita harus menghilangkan kelaparan dari bumi Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara menyampaikan bahwa ajaran untuk hidup rukun dan saling menguatkan tidak hanya berasal dari nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sejalan dengan analisis geopolitik global. Para pakar geopolitik dunia, menurut Presiden, memandang Indonesia sebagai negara yang luar biasa kaya dan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
“Pakar-pakar geopolitik di dunia melihat Indonesia, Indonesia ini luar biasa. Sangat kaya. Sekarang masalahnya adalah bagaimana kekayaan ini kita jaga, kita kelola, untuk bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Ini harus kita akui,” imbuh Presiden Prabowo.
Pada momen tersebut, Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa berbagai kajian internasional menyebutkan Indonesia berpotensi menjadi negara keempat terkaya di dunia. Namun, Presiden Prabowo menegaskan potensi tersebut hanya dapat terwujud dengan satu syarat utama yaitu persatuan bangsa dan kerja sama para elite nasional.
“Selalu saya ingin, saya ingin selalu mengajak apapun perbedaan kita, apapun mungkin dosa-dosa kita di masa lalu, karena kita manusia pasti penuh dosa, pasti ada kesalahan. Tapi sekarang kita harus bekerja sama, kita harus kompak, kita harus bahu-membahu. Yang kuat tarik yang lemah, yang lemah berhimpun kerja sama. Bersaing baik, tapi begitu pertandingan selesai, bersatu. Bersatu,” ucap Presiden Prabowo.
Melalui momentum Peringatan Natal Nasional ini, Presiden berharap nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan gotong royong terus menjadi fondasi dalam membangun Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa dengan kebersamaan dan kerja kolektif seluruh komponen bangsa, Indonesia mampu mewujudkan cita-cita sebagai negara yang maju, berdaulat, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.
Tegaskan Makna Kebersamaan dalam Natal Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional 2025 merupakan bukti nyata kuatnya persatuan, kerukunan, dan harmoni bangsa Indonesia di tengah keberagaman. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (05/01/2026).
“Perayaan ini adalah kehormatan bagi saya. Perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis. Kita saling hormat-menghormati,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaannya terhadap nilai toleransi yang telah mengakar kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak masa para pendiri bangsa. Kepala Negara mencontohkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang membangun Masjid Istiqlal sebagai simbol persatuan, dengan menunjuk arsitek beragama Nasrani.
“Saya sangat bangga dengan contoh pemimpin-pemimpin kita. Bung Karno Presiden, dia membuat masjid terbesar Republik Indonesia, Masjid Istiqlal. Arsiteknya ditunjuk orang Nasrani. Di mana ada seperti ini?” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo juga berbagi pengalaman pribadi yang mencerminkan semangat persaudaraan lintas iman. Ia menceritakan pembangunan masjid di Hambalang yang melibatkan arsitek dan pekerja beragama Katolik, serta pengalamannya membina kelompok musik yang anggotanya berasal dari latar belakang agama yang berbeda.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengisahkan pengalamannya saat bertugas sebagai prajurit TNI, di mana ia memimpin prajurit dari berbagai latar belakang agama. Presiden menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara melampaui perbedaan keyakinan.
“Waktu di tentara, anak buah saya ada yang Hindu, ada yang Katolik, ada yang Protestan. Saya masih ingat, anak buah saya yang gugur, masih ingat. Waktu saya perintahkan dia maju, dia tidak bertanya, dia melaksanakan tugas dia,” kata Presiden.
Menurut Presiden, kisah-kisah tersebut merupakan gambaran nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Presiden Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerja sama, serta saling mengasihi, menghormati, melindungi, dan memaafkan satu sama lain.
Presiden Prabowo juga secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, kalau ada kata-kata saya yang salah, yang menyinggung perasaan siapapun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucap Presiden.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras menghapus kemiskinan, mengurangi penderitaan rakyat, khususnya di daerah terdampak bencana, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
“Kami bekerja keras, mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat kita. Apalagi sekarang, di daerah-daerah bencana. Kami bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Percayalah itu, itu niat kami dan kami sangat optimis, kami sangat percaya bahwa kami berada di jalan yang benar, di jalan di atas kebenaran, di atas keadilan, dan sesungguhnya hanya untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden. fs


