BerdayaNews.com – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bekasi dipastikan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni mendatang. Kehadiran sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat 2 yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, akan menerima peserta didik baru sekaligus menampung siswa asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan di Kota Bekasi.

“Insya Allah kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada tahun ajaran 2026 di akhir bulan Juni ini. Sesuai kuota yang ditetapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi akan menerima siswa baru khusus warga Kabupaten Bekasi dan juga siswa Kabupaten Bekasi yang sebelumnya kita titipkan di SR rintisan yang ada di Kota Bekasi,” ujar Alamsyah, Selasa (9/6/2026).

Buka 9 Rombongan Belajar dengan Kuota 270 Siswa Baru

Alamsyah menjelaskan, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi akan membuka 9 rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari tiga rombel tingkat Sekolah Dasar (SD), tiga rombel tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tiga rombel tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca juga :  Presiden Prabowo Bahas Pemulihan Pascabencana Berbasis Pelestarian Lingkungan dan Penugasan Awal Tahun di Widya Chandra

Setiap rombongan belajar akan diisi oleh 30 siswa, sehingga total kuota peserta didik baru yang disiapkan pada tahun ajaran 2026 mencapai 270 siswa.

“Total kuota untuk calon siswa Kabupaten Bekasi sebanyak 270 siswa yang masing-masing terdiri dari 90 siswa untuk jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA,” jelasnya.

Selain menerima siswa baru, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi juga akan menampung 44 siswa asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di Kota Bekasi.

Dengan demikian, total peserta didik yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahap awal mencapai 314 siswa.

“Jadi pada tahun ini, SR di Kabupaten Bekasi akan menerima siswa baru tahun 2026 maupun siswa dari SR rintisan yang akan dimulai kegiatan pembelajarannya Insya Allah pada akhir Juni 2026,” tambah Alamsyah.

Prioritaskan Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

Program Sekolah Rakyat ditujukan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2, yakni kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

Baca juga :  Sekda Jambi Dukung Deklarasi Forum Persatuan Masyarakat Adat Orang Rimba

Menurut Alamsyah, proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

Pembangunan Sekolah Ditargetkan Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru

Dinas Sosial Kabupaten Bekasi juga memastikan progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat berjalan sesuai target. Bahkan, pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) telah melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sekolah.

“Dua minggu lalu KSP sudah melihat langsung kesiapan pembangunan. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai target sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, baik secara fisik maupun sarana prasarana dapat selesai dan siap digunakan secara maksimal,” ungkap Alamsyah.

Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi menjadi salah satu dari enam Sekolah Rakyat yang dibangun di Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari program nasional peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Cegah Putus Sekolah dan Tingkatkan Kualitas SDM

Alamsyah berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi kendala biaya pendidikan.

Baca juga :  Sorotan Hibah Pemprov Jambi ke Instansi Vertikal, Perspektif Hukum Tegaskan Kepentingan Rakyat

Program tersebut juga diharapkan mampu mencegah terjadinya putus sekolah sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas di masa depan.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya bagi warga yang kurang mampu. Anak-anak yang terkendala biaya pendidikan dapat bersekolah dengan baik dan mudah-mudahan menjadi generasi penerus yang lebih baik di masa mendatang,” tandasnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui jalur pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

(BerdayaNews.com/fs)