BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Pelaksana Harian (PLH) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bergerak cepat memetakan sejumlah isu krusial dalam lini pelayanan publik. Saat memimpin apel pagi gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, Senin (18/05/2026), Harris menyoroti mulai dari capaian prestasi daerah, ketimpangan kuota sekolah negeri, hingga ancaman penyakit baru.

Apel gabungan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada atlet olahraga Savate (tinju Prancis) asal Kota Bekasi yang mendulang 3 medali emas dan 1 perak di Nepal, serta apresiasi kepada Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kenanga Bintara Jaya sebagai Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.

“Kami mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya bagi kemajuan Kota Bekasi,” ujar Harris Bobihoe mengawali sambutannya.

Ancaman Krisis Kursi SMP Negeri

Fokus utama PLH Wali Kota tertuju pada sektor pendidikan, khususnya menjelang pra-pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB/PPDB) jenjang TK, SD, dan SMP yang mulai dibuka pekan ini.

Harris memaparkan data objektif yang menunjukkan adanya ketimpangan tajam antara jumlah kelulusan dan daya tampung sekolah negeri. Saat ini, jumlah lulusan SD di Kota Bekasi mencapai 34.893 siswa, sedangkan kursi yang tersedia di SMP Negeri hanya sebanyak 18.957 kuota.

Baca juga :  EKONOMI & BISNIS: Hadiri Syukuran HUT Ke-65 Bank BJB, Plh Wali Kota Bekasi Titip Pesan Penguatan UMKM dan Digitalisasi

Artinya, ada lebih dari 15.000 siswa yang dipastikan tidak akan tertampung di sekolah negeri. Harris pun menginstruksikan Dinas Pendidikan dan seluruh camat untuk mengantisipasi potensi gejolak di masyarakat.

“Dinas Pendidikan dan jajaran wilayah harus menyediakan informasi yang transparan dan mudah diakses. Berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif pendidikan di sekolah swasta serta program-program keterampilan yang sama baiknya,” tegas Harris.

Waspada Wabah Hantavirus dan Isu Ekonomi

Selain pendidikan, sektor kesehatan tak luput dari perhatian. Harris meminta Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Kota Bekasi mengambil langkah preventif menyusul laporan temuan kasus hantavirus di Indonesia.

“Segera perkuat deteksi dini, sistem pelaporan cepat, serta edukasi masif kepada masyarakat mengenai pengendalian vektor (tikus) dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” instruksinya.

Di sisi ekonomi, Harris membagikan kabar positif terkait tren penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Bekasi, yang tercatat turun dari 7,83 persen pada tahun 2025 menjadi 7,33 persen pada tahun 2026. Ia mengapresiasi pemanfaatan ruang publik seperti CFD Ahmad Yani dan Alun-alun yang efektif menghidupkan pelaku UMKM lokal.

Baca juga :  Kisah Bangga dan Harapan Atlet SEA Games saat Terima Apresiasi Presiden Prabowo

Menutup arahannya, Harris yang kini memegang kendali harian pemerintahan selama Wali Kota Tri Adhianto menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, meminta komitmen penuh dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga ritme kerja secara progresif.

“Kami mengharapkan sinergi dan kerja cepat seluruh jajaran. Persoalan di lapangan sangat dinamis, jangan biarkan pelayanan publik melambat,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Berdayanews.com/fs Sumber: Dokpim Pemkot Bekasi