BerdayaNews.com, Kota Bekasi  – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait praktik penjagaan palang pintu perlintasan kereta api di kawasan Ampera dan Bulak Kapal yang selama ini dilakukan oleh pihak tidak resmi atau warga setempat (akamsi).

Pada Jumat (1/5/2026), Tri Adhianto turun langsung ke lokasi guna memastikan pengambilalihan tugas penjagaan tersebut berjalan efektif. Langkah ini merupakan bentuk kepatuhan Pemkot Bekasi terhadap instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menekankan bahwa aspek keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab petugas berwenang.

Dalam peninjauan tersebut, Tri Adhianto didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar.

“Kita ingin memastikan bahwa penjagaan perlintasan ini dilakukan oleh petugas resmi yang memiliki tanggung jawab dan standar keselamatan yang jelas. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan,” ujar Tri Adhianto di sela-sela peninjauan.

Penjagaan Hingga Flyover Rampung

Tri Adhianto menegaskan, pengambilalihan tugas ini akan diberlakukan secara berkelanjutan sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan di titik tersebut. Penjagaan oleh personel Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP ini akan berlangsung hingga proyek pembangunan flyover Bulak Kapal dinyatakan rampung dan dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.

Baca juga :  "THR Berdarah" di Cilacap: KPK Endus Aliran Dana Swasta dan Efek Domino Proyek Titipan

“Sampai flyover Bulak Kapal selesai dibangun, penjagaan harus dilakukan secara optimal oleh Dishub dan Satpol PP. Ini demi keselamatan bersama dan ketertiban di lapangan,” tegasnya.

Pihak Pemerintah Kota Bekasi berharap, dengan hadirnya petugas resmi di perlintasan Ampera dan Bulak Kapal, potensi kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin. Tri Adhianto juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap tertib, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan.

Langkah tegas ini mendapat respon positif dari warga sekitar, yang mengharapkan adanya standardisasi keamanan yang lebih baik pada perlintasan kereta api yang berisiko tinggi tersebut.

(Tim BerdayaNews/fs)