BerdayaNews.com, Jambi – Gubernur Jambi Al Haris resmi melantik Sudirman sebagai Komisaris Utama Bank Jambi periode 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Senin, 27 April 2026, dan dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, kepala daerah, serta jajaran manajemen Bank Jambi.
Momentum Pembenahan Pasca Insiden
Dalam arahannya, Al Haris menegaskan bahwa pelantikan ini harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat kinerja Bank Jambi, terutama setelah menghadapi dinamika termasuk insiden kejahatan siber.
Ia meminta manajemen melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya pada aspek keamanan sistem dan tata kelola.
“Bank Jambi harus bangkit, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat sistem agar semakin tangguh ke depan,” tegas Al Haris.
Penguatan Keamanan dan Ekspansi Bisnis
Gubernur menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan digital sebagai respon atas meningkatnya ancaman cyber crime di sektor perbankan.
Selain itu, pengembangan bisnis juga perlu diperluas dengan tetap mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat.
Menurutnya, Bank Jambi tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Target Modal dan Kemandirian Bank
Al Haris mengingatkan kewajiban pemenuhan modal inti Rp3 triliun bagi bank pembangunan daerah.
Dalam kondisi belum terpenuhinya modal tersebut, Bank Jambi saat ini tergabung dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jabar.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan penyertaan modal agar Bank Jambi dapat keluar dari KUB dan menjadi bank yang mandiri.
Komitmen Pengawasan dan Percepatan
Sudirman menyatakan bahwa peran komisaris akan difokuskan pada pengawasan dan pemberian rekomendasi strategis kepada direksi.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia untuk mempercepat pemulihan kondisi bank.
“Kami akan memperkuat koordinasi dan memastikan langkah-langkah strategis berjalan sesuai target,” ujarnya.
Strategi Peningkatan Modal
Sudirman menjelaskan bahwa pencapaian modal inti Rp3 triliun akan dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk membuka peluang investasi dari dalam dan luar negeri.
Menurutnya, target tersebut realistis apabila didukung strategi yang terukur serta komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Ia menambahkan bahwa kemandirian Bank Jambi harus menjadi bagian dari rencana bisnis jangka menengah yang terstruktur.
Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan tata kelola, peningkatan keamanan, dan akselerasi kemandirian Bank Jambi dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompleks. (Red/fs)


