BerdayaNews.com, Kota Bekasi — Tri Adhianto mendorong penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui lomba menu sehat yang digelar di Plaza Patriot Chandrabhaga, Minggu, 12 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak.
Program MBG dirancang untuk memastikan asupan gizi yang cukup, dengan pengawasan tenaga kesehatan guna menjamin kualitas dan keamanan konsumsi.
Pencegahan Stunting dan Penguatan Gizi Sejak Dini
Tri Adhianto menegaskan bahwa program MBG menjadi langkah strategis dalam menekan angka kekurangan gizi dan stunting pada anak.
“Program ini menjadi perhatian serius karena masih banyak anak-anak kita yang mengalami kekurangan gizi hingga stunting. Intervensi harus dilakukan sejak dini, bahkan mulai dari pra-nikah untuk mencegah potensi penyakit turunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan, khususnya kepala puskesmas, dalam melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan program tersebut.
Interaksi Langsung dengan Pelajar
Sebelum kegiatan lomba dimulai, Tri bersama Wiwiek Hargono mengikuti kegiatan senam bersama pelajar SMP dalam rangka Car Free Day (CFD).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga berdialog langsung dengan perwakilan siswa dari sejumlah sekolah untuk mengetahui dampak program MBG.
Para pelajar menyampaikan bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata dan membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka sehari-hari.
Inovasi Menu Sehat yang Menarik
Tri menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga dari aspek rasa dan penyajian makanan.
“Jangan hanya kenyang, tetapi rasa juga penting. Penyajian harus kreatif agar anak-anak tertarik dan menikmati makanan sehat,” tambahnya.
Melalui lomba menu sehat ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap lahir inovasi makanan bergizi yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga menarik minat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi yang terukur, sistematis, dan berkelanjutan. (Red/fs)


