Oleh: Prof. Mukhtar Latif (Ketua ICMI Orwil Jambi – Ketua MUI Bidang PKU)
BerdayaNews.com — Dalam arsitektur pemerintahan daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memegang peranan vital sebagai motor penggerak stabilitas dan penjaga integrasi nasional. Politik, dalam kacamata pembangunan daerah, bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, melainkan seni mengelola kemajemukan dalam wadah konsensus nasional yang harmonis.
Kini, Jambi telah membuktikan diri. Realita fenomenal menunjukkan Jambi mencapai “lompatan kuantum” pada Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dengan skor 82,27. Angka ini sukses membawa Jambi menembus peringkat 9 besar nasional, sebuah kenaikan drastis dari posisi ke-22 pada periode sebelumnya.
Kesbangpol sebagai Fondasi Pembangunan
Sebagaimana ditegaskan oleh Syamsuddin (2021), stabilitas adalah prasyarat mutlak bagi setiap visi besar daerah. Kesbangpol hadir untuk memastikan friksi sosial tidak berubah menjadi konflik destruktif. Di Jambi, tantangan ini dijawab melalui integrasi nilai-nilai lokal ke dalam kebijakan formal, memastikan transisi politik dan pembangunan menuju Visi Jambi Mantap 2030 tetap berjalan dalam koridor yang aman, tertib, dan demokratis.
Pendekatan Kesbangpol Jambi yang berbasis pada Demokrasi Deliberatif dan penguatan Modal Sosial telah menciptakan ruang publik yang inklusif. Hal ini tercermin dalam kemampuan masyarakat menjaga kedamaian melalui komunikasi lintas etnis dan agama yang dirawat secara konsisten.
Faktor Kunci di Balik Lompatan Peringkat
Kenaikan 13 peringkat nasional yang dipicu oleh skor 82,27 (Kategori Tinggi) bukan datang tanpa sebab. Analisis Nasir (2025) menunjukkan tiga pilar utama keberhasilan ini:
-
Kebebasan Sipil (89,10): Keberhasilan menekan konflik SARA dan menjamin kebebasan berpendapat.
-
Hak Politik (79,45): Partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 yang melampaui rata-rata nasional.
-
Lembaga Demokrasi (84,20): Peningkatan transparansi anggaran dan akuntabilitas legislatif.
Inklusivitas dan Kekuatan Civil Society
Dinamika demokrasi Jambi tahun 2024 juga ditopang oleh ekosistem yang sehat. Tercatat sebanyak 462 Ormas aktif berperan sebagai penyeimbang kekuasaan sekaligus jembatan aspirasi rakyat. Di sisi lain, peningkatan keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Jambi dari 11% menjadi 15% (8-9 kursi) pada 2024 menjadi bukti bahwa politik di Jambi mulai bergerak menuju arah yang lebih inklusif dan representatif.
Kearifan lokal “Seloko Adat” dengan filosofi “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” pun tetap menjadi instrumen resolusi konflik yang efektif, membuktikan bahwa masyarakat Jambi mampu mengasimilasi nilai demokrasi universal ke dalam konteks budaya lokal secara harmonis.
Menuju Jambi Mantap 2026
Prestasi ini adalah hasil kerja keras kolektif. Kesbangpol telah menjadi ujung tombak dalam menjaga pilar “Aman” dan “Tertib” dalam visi Jambi Mantap. Stabilitas politik yang terukur memberikan jaminan keamanan bagi investasi dan pembangunan infrastruktur strategis yang sedang masif dilakukan.
Menjaga momentum ini adalah tugas kita bersama. Jambi telah membuktikan bahwa dengan manajemen konflik yang tepat dan literasi politik yang kuat, daerah ini mampu memposisikan diri sebagai barometer demokrasi di wilayah Sumatera. Saatnya kita terus melangkah menuju masa depan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang lebih maju dan kokoh.(Red/fs)


