BerdayaNews.com, Jambi — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi akhirnya angkat bicara terkait polemik bonus atlet yang disampaikan atlet wushu Jambi, Melisa, peraih medali perak pada ajang SEA Games 2021 di Vietnam. Klarifikasi tersebut disampaikan usai pertemuan langsung antara pihak KONI dan Melisa di Kantor KONI Provinsi Jambi.

Pertemuan itu membahas secara khusus persoalan tali asih atau bonus atlet berprestasi yang sebelumnya diberikan oleh Gubernur Jambi, Al Haris. Isu ini mencuat setelah Melisa mempertanyakan kejelasan bonus yang ia terima usai mengharumkan nama Jambi di tingkat internasional.

Wakil Sekretaris Umum KONI Provinsi Jambi, Arie Dwi Debrata, menjelaskan bahwa pemberian tali asih kepada atlet peraih medali SEA Games 2021 telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia menyebutkan, atlet yang hadir dalam kegiatan tersebut telah menerima tali asih secara langsung dari Gubernur Jambi pada tahun 2022. Sementara Melisa, yang saat itu masih berada di luar daerah.

“Pada SEA Games 2021 lalu, KONI mengundang atlet-atlet ke rumah dinas Gubernur. Saat itu, Pak Gubernur memberikan tali asih menggunakan dana hibah KONI. Namun, Melisa belum kembali ke Jambi,” ujar Arie saat dikonfirmasi vojnews.id, Kamis (5/2/2026) sore.

Baca juga :  Serunya Fun Run Transmigrasi Yogja! Peserta Datang dari Seluruh Indonesia

“Melisa terlambat balik, kemudian dia nyusul. Setibanya di Bandara, ia sudah dikasih oleh Ketua KONI saat itu (Budi Setiawan, red), sama isi amplopnya. Namun, tidak dijelaskan uang nya. Sehingga persepsinya melalui pribadi,” tambahnya.

Sementara itu, Melisa mengakui adanya kemungkinan kesalahpahaman dalam proses penyerahan bonus tersebut. Ia menyebutkan bahwa minimnya penjelasan saat menerima amplop menjadi sumber kebingungan.

“Kita diberikan amplop oleh Ketua KONI Provinsi Jambi saat itu, mungkin ada miss komunikasi. Karena kita tidak dijelaskan apa tali asih dari Gubernur atau KONI,” ungkap Melisa.fs