BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan respons cepat dalam menangani kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Insiden tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Pimpinan Daerah Turun Langsung

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto telah lebih dahulu meninjau lokasi kejadian pada malam hari.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe pada Selasa pagi mengunjungi korban di RSUD Chasbullah Abdul Madjid.

Sampaikan Duka dan Doa untuk Korban

Abdul Harris Bobihoe menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan mengajak masyarakat mendoakan para korban.

“Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ujarnya.

Ia berharap korban yang meninggal mendapat tempat terbaik, sementara korban luka segera pulih.

Respon Cepat dan Evakuasi Maksimal

Pemerintah Kota Bekasi langsung mengerahkan Unit Reaksi Cepat (URC) setelah menerima laporan kejadian.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban di lokasi.

Baca juga :  7 Stasiun Kereta Api Terindah di Dunia Tahun 2025: Karya Seni yang Bergerak di Atas Rel

“Kami segera mengerahkan seluruh tim untuk melakukan evakuasi dan penanganan,” kata Abdul Harris Bobihoe.

Penanganan Medis bagi Seluruh Korban

Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pemerintah memastikan proses evakuasi dan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Imbauan untuk Masyarakat

Di akhir pernyataannya, Wakil Wali Kota mengajak masyarakat untuk turut mendoakan para korban serta keluarga yang terdampak.

Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan terbaik hingga proses pemulihan selesai. (Red/fs)