BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memerangi peredaran gelap narkotika kembali ditegaskan. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri langsung pelantikan formatur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Anti Penyalahgunaan Napza (Forza) Indonesia Kota Bekasi yang digelar di Bekasi Creative Center Multiguna, Minggu (15/02).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kepemudaan, serta unsur perangkat daerah. Pelantikan ini menandai langkah baru penguatan sinergi masyarakat dan pemerintah dalam membentengi warga Bekasi dari jeratan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).

Mitra Strategis Membangun Kesadaran Publik

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terbentuknya kepengurusan Forza Indonesia di Kota Bekasi. Ia memandang organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengedukasi masyarakat secara masif.

“Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik pelantikan hari ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan Napza. Kita harus bergerak bersama melalui edukasi dan pendampingan agar generasi muda kita tidak terjebak dalam lingkaran setan narkoba,” tegas Abdul Harris.

Baca juga :  Lima Amanah Utama United Nations Convention Against Corruption (UNCAC): Asal-Usul, Pengertian, dan Pola Aplikasi Paling Relevan bagi Negara Republik Indonesia

Ketua Umum Forza Indonesia Kota Bekasi pun menyatakan komitmennya untuk segera turun ke lapangan. Program kerja akan difokuskan pada kampanye pencegahan ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, serta penguatan skema rehabilitasi bagi mereka yang ingin kembali pulih.

Peringatan Keras: Mengapa NAPZA Begitu Mematikan?

Di balik seremonial pelantikan ini, terselip pesan mendalam mengenai bahaya kesehatan yang mengancam para pengguna. Penyalahgunaan NAPZA bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan serangan langsung terhadap sistem tubuh manusia.

Efek Negatif Bagi Kesehatan:

  • Kerusakan Saraf Pusat: NAPZA secara agresif merusak neurotransmiter di otak, yang menyebabkan gangguan kognitif permanen, kehilangan memori, hingga perubahan kepribadian yang drastis.

  • Komplikasi Organ Dalam: Penggunaan jangka panjang memicu gagal ginjal, kerusakan hati (sirosis), serta gangguan kardiovaskular seperti jantung koroner di usia muda.

  • Penularan Penyakit Menular: Penggunaan jarum suntik secara bergantian meningkatkan risiko infeksi HIV/AIDS dan Hepatitis C secara signifikan.

Akibat Terburuk: Overdosis hingga Kematian Dampak terburuk yang menjadi momok bagi setiap pengguna adalah kematian akibat overdosis. Ketika tubuh menerima zat kimia di luar ambang batas toleransinya, sistem pernapasan akan berhenti bekerja secara mendadak.

Baca juga :  Januari 2026 Penuh Makna: Dari Tahun Baru, Hari Besar Nasional, hingga Peringatan Dunia

Selain itu, NAPZA seringkali memicu gangguan psikosis berat yang berujung pada tindakan bunuh diri atau perilaku kriminal yang membahayakan nyawa orang lain. Tanpa penanganan medis dan rehabilitasi yang tepat, perjalanan seorang pengguna NAPZA hanya memiliki dua ujung jalan: penjara atau liang lahat.

Membangun Kota Bekasi yang Sehat

Melalui pelantikan formatur DPD Forza Indonesia ini, diharapkan muncul inovasi program pencegahan yang lebih berkelanjutan. Tantangan perkotaan yang kompleks menuntut semua elemen—mulai dari lingkungan keluarga hingga instansi sosial—untuk menutup rapat celah peredaran gelap narkotika.

Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dalam momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga: bahwa masa depan generasi muda Bekasi terlalu berharga untuk ditukar dengan kesenangan semu yang mematikan.fs