Oleh: Elas Anra Dermawan, S.H. (Founder LBH NADI)

Berdayanews.com, Jambi – Pembangunan Jambi Business Center (JBC) menjadi salah satu penanda penting perubahan wajah Provinsi Jambi menuju daerah yang lebih modern, maju, dan memiliki daya saing pembangunan yang kuat. Kehadiran kawasan bisnis terintegrasi tersebut bukan sekadar pembangunan pusat perbelanjaan fisik semata, melainkan simbol transformasi urban dan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang bergerak ke arah yang lebih progresif.

Jika dibedah secara mendalam, eksistensi JBC setidaknya memuat tiga dimensi penting: hukum pembangunan, politik simbolik, dan keadilan sosial.

Perspektif Hukum Pembangunan dan Kesejahteraan

Dalam perspektif hukum pembangunan (law of development), penyediaan infrastruktur modern merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat (welfare state). Kesejahteraan ini dicapai melalui penciptaan iklim pertumbuhan ekonomi yang sehat dan perluasan investasi.

Kehadiran JBC menunjukkan bahwa Pemprov Jambi mulai memasuki fase pembangunan yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga berorientasi pada:

  • Penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

  • Modernisasi Tata Kota yang terintegrasi.

  • Peningkatan kualitas dan utilitas ruang publik bagi masyarakat.

Baca juga :  Dengarkan Aspirasi Warga, Pemkot Bekasi Tunda Penutupan Perlintasan Kereta Api Jalan Pangeran Jayakarta

Politik Pembangunan: Membangun Optimisme dan Kepercayaan Investor

JBC telah menghadirkan perubahan signifikan terhadap citra (image branding) Kota Jambi dan Provinsi Jambi secara umum. Kawasan tersebut menjadi representasi wajah baru daerah yang lebih inklusif dan terbuka terhadap perkembangan arus ekonomi global.

Dalam konteks politik pembangunan, kehadiran simbol-simbol kemajuan fisik seperti ini sangat krusial. Bukan untuk pamer kemewahan, melainkan untuk membangun optimisme kolektif masyarakat sekaligus menaikkan trust (kepercayaan) para investor makro terhadap stabilitas ekonomi dan masa depan pembangunan daerah.

Modernisasi suatu daerah pada era digital saat ini tidak lagi sekadar diukur dari besarnya kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) mentah, melainkan dari kemampuan daerah tersebut dalam menghadirkan pusat ekonomi modern, infrastruktur yang representatif, dan tata kota yang dinamis. Kehadiran JBC memperlihatkan bahwa Jambi mulai bergerak keluar dari paradigma lama sebagai “daerah berkembang” menuju daerah yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Multiplier Effect Ekonomi Politik

Dari sudut pandang ekonomi politik, pembangunan JBC memberikan efek berantai (multiplier effect) yang nyata terhadap pertumbuhan sektor-sektor penunjang lainnya. Dampak positif ini bergerak simultan mulai dari sektor:

  1. Perdagangan dan industri ritel.

  2. Jasa, transportasi, dan perhotelan.

  3. Penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya bagi generasi muda produktif di Provinsi Jambi.

  4. Pemberdayaan pelaku UMKM lokal melalui ruang kolaborasi yang tersedia.

Catatan Kritis: “Modernisasi yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai keadilan sosial.”

Namun demikian, sebagai praktisi hukum, saya menekankan bahwa pembangunan modern harus tetap berada dalam koridor regulasi yang ketat dan prinsip keadilan sosial. Pemerintah daerah memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan bahwa pertumbuhan investasi ini tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup (AMDAL), keselarasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta perlindungan hukum terhadap hak-hak ekonomi masyarakat kecil di sekitarnya.

Baca juga :  Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Wiwiek Hargono Masifkan Sosialisasi Forum PUSPA di Pondok Gede

Kesimpulan

Secara objektif, pembangunan JBC telah membawa dampak positif dan menjadi lompatan kuantum bagi wajah pembangunan Provinsi Jambi. Kehadirannya menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan diri daerah bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi besar menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perlintasan Sumatera.

Pada akhirnya, JBC bukan sekadar deretan beton atau pusat bisnis modern. JBC adalah simbol optimisme baru, sebuah monumen kemajuan, modernisasi, dan arah kebijakan pembangunan daerah Jambi yang semakin visioner. (Red/fs)