BerdayaNews.com, Kerinci – Medan ekstrem dan guyuran hujan tidak menyurutkan semangat Pemerintah Provinsi Jambi untuk hadir langsung di tengah masyarakat petani. Mewakili Gubernur Jambi Al Haris, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, menghadiri langsung Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Sabtu (23/5/2026).

Festival ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat potensi kopi robusta lokal, sekaligus mendorong akselerasi pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat di wilayah pegunungan Kerinci.

Kegiatan bergengsi ini turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Robi Fathir, Kepala BPDAS Batanghari, jajaran pejabat Eselon II Kabupaten Kerinci, Camat serta Forkompincam Batang Merangin, Komunitas PPKJ, Kepala Desa Tamiai dan Pasar Tamiai, hingga ratusan petani kopi setempat.

Perjuangan Menembus Jalur Ekstrem

Untuk mencapai lokasi pusat festival, rombongan harus melalui perjuangan yang tidak mudah. Ariansyah menceritakan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dengan Penyambutan Tari Persembahan yang khidmat, sebelum akhirnya rombongan harus berjalan kaki menembus jalur berliku sejauh 3 kilometer.

“Kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan roda dua, atau lebih dari 60 menit berjalan kaki melewati medan yang cukup ekstrem karena kondisi jalan diguyur hujan,” ujar Ariansyah.

Namun, rasa lelah terbayarkan begitu rombongan tiba di lokasi panen raya milik Wawan, salah satu petani Kopi Robusta andalan Tamiai. Di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), mereka langsung disuguhkan panorama alam Kerinci yang megah dan asri.

Baca juga :  Respons Cepat Laporan Warga, DLH Kota Bekasi Selidiki Dugaan Pencemaran Kali Rawalumbu akibat Tumpahan Cat

Dorong Pertanian Berkelanjutan (Intercropping)

Setelah santap siang bersama, agenda utama dilanjutkan dengan prosesi panen Kopi Robusta. Tidak hanya memanen, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman tanaman sela (intercropping) berupa alpukat jinger, petai, dan lamtoro. Metode ini diharapkan dapat menambah penghasilan petani sekaligus menjaga konservasi lahan.

Ariansyah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi dan semangat para petani Desa Tamiai dalam menjaga kualitas kopi robusta unggulan mereka, meski dihadapkan pada tantangan geografis yang berat.

“Medan ekstrem menuju kawasan perkebunan ini justru menjadi bukti nyata bahwa semangat masyarakat dan pemerintah daerah tidak pernah surut. Potensi kopi unggulan Kerinci ini harus terus kita dorong bersama agar bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya optimis. (Red/fs)