BerdayaNews.com, Jambi – Masyarakat Provinsi Jambi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi pencatutan nama Gubernur Jambi, Al Haris. Modus penipuan ini biasanya menjanjikan jabatan, kelulusan ASN/PNS, hingga pemberian proyek tertentu dengan imbalan materi.

Imbauan tegas ini disampaikan oleh Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang. Ia mencatat adanya tren oknum yang memanfaatkan nama pejabat daerah untuk meraih keuntungan pribadi melalui komunikasi langsung maupun media digital.

“Kami menghimbau masyarakat agar jangan mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku dekat dengan Gubernur Jambi atau mengatasnamakan Bapak Gubernur untuk menjanjikan jabatan, kelulusan PNS, bantuan, ataupun proyek tertentu,” ujar Nanda Herlambang dalam keterangan resminya, Rabu (13/05/2026).

Mekanisme Pemerintahan Resmi dan Transparan Nanda menegaskan bahwa seluruh proses birokrasi, baik itu rekrutmen pegawai maupun pengadaan proyek, telah memiliki mekanisme resmi dan transparan sesuai aturan perundang-undangan. Pemerintah Provinsi Jambi tidak pernah menjalankan urusan kedinasan melalui jalur pribadi, apalagi dengan meminta imbalan tertentu.

Waspada Manipulasi Teknologi AI Lebih lanjut, Nanda menyoroti kecanggihan modus penipuan di era digital saat ini. Ia memperingatkan bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI) kini sering disalahgunakan untuk merekayasa data digital guna meyakinkan calon korban.

Baca juga :  Gubernur Al Haris Ucap Bela Sungkawa atas Wafatnya Wapres ke-6 RI Try Sutrisno

“Masyarakat harus lebih berhati-hati karena foto, video, suara, bahkan percakapan dapat direkayasa menggunakan teknologi AI. Hal-hal seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan korbannya agar seolah-olah instruksi itu asli dari pejabat,” jelasnya.

Pelaku penipuan kini tidak lagi sekadar menggunakan pesan singkat (SMS), melainkan sudah merambah pada akun media sosial palsu, editan foto profesional, hingga manipulasi suara (deepfake voice).

Langkah Preventif Masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi ulang ke instansi resmi jika menerima tawaran mencurigakan. Nanda juga mewanti-wanti agar warga tidak sembarangan menyerahkan data pribadi atau mengirimkan sejumlah uang kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.

“Jangan mudah terpancing. Jika menemukan indikasi penipuan atau pencatutan nama pejabat daerah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti secara hukum,” pungkas Nanda.

Editor: Redaksi Berdayanews.com/fs Sumber: Tim Media Pemprov Jambi