BerdayaNews.com, Sarolangun – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani secara resmi menutup gelaran Pekan Seni Budaya “Sepucuk Adat Serumpun Pseko” Kabupaten Sarolangun pada Sabtu malam (2/5/2026).

Acara penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sarolangun, tokoh adat, budayawan, serta masyarakat setempat.

Kegiatan budaya tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang bertujuan menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Budaya Dinilai Jadi Fondasi Kesejahteraan

Dalam sambutannya, Abdullah Sani menegaskan bahwa pelestarian budaya dan kearifan lokal tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial semata.

Menurutnya, budaya harus menjadi fondasi dalam membangun kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.

“Masyarakat harus bangga terhadap budaya daerahnya dan menjadikan budaya sebagai patokan dalam segala aspek hidup,” ujar Abdullah Sani.

Ia meyakini tradisi dan nilai kearifan lokal dapat menjadi solusi terhadap berbagai persoalan, baik di tingkat lokal, nasional, hingga global apabila dikelola secara bersama-sama.

Pemprov Jambi Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jambi memandang kebudayaan dan ekonomi sebagai dua sektor yang saling berkaitan dan saling mendukung.

Baca juga :  Dugaan Pelecehan Mahasiswi di SMPN 138 Jakarta, Disdik DKI Bebastugaskan Pegawai Tata Usaha

Abdullah Sani berharap momentum Pekan Seni Budaya Sarolangun dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi untuk semakin aktif menghidupkan agenda budaya daerah.

Menurutnya, kegiatan budaya tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui industri kreatif dan pariwisata.

“Berkebudayaan maju merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” tegasnya.

TMMJ Diproyeksikan Jadi Pusat Budaya Melayu Jambi

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Sani juga menyoroti pentingnya pengembangan Taman Mini Melayu Jambi (TMMJ) sebagai pusat edukasi dan promosi budaya daerah.

Ia memproyeksikan TMMJ menjadi ruang interaksi budaya antarkabupaten dan kota di Provinsi Jambi, sekaligus sarana edukasi generasi muda tentang kekayaan budaya Melayu Jambi.

Menurutnya, keberadaan anjungan budaya setiap daerah di TMMJ nantinya dapat membantu memperkuat identitas lokal di tengah derasnya pengaruh budaya global.

Budaya Harus Dijaga di Tengah Arus Modernisasi

Wagub menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca juga :  Makkah Masuki Puncak Kepadatan, Sekda Jambi Lepas 445 Jemaah Haji Kloter BTH 23 Langsung ke Kota Suci

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga adat, tradisi, dan budaya sebagai warisan penting bagi generasi mendatang.

Di akhir sambutannya, Abdullah Sani berharap pelaksanaan Pekan Seni Budaya Sarolangun dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.

“Dengan mengucap Alhamdulillahirabbilalami, Pekan Seni Budaya Sepucuk Adat Serumpun Pseko Kabupaten Sarolangun secara resmi saya nyatakan ditutup. Semoga membawa efek berganda bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

  • Mendorong pelestarian budaya dan adat lokal Jambi.
  • Membuka peluang peningkatan ekonomi melalui pariwisata dan industri kreatif.
  • Memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah modernisasi.
  • Menjadi ruang promosi budaya daerah hingga tingkat nasional.
  • Menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan budaya.
  • Mempererat persatuan masyarakat melalui pelestarian tradisi daerah.

(Red/fs)