BerdayaNews.com, Wamena – Asosiasi Petani dan Pegiat Kopi Papua Pegunungan terus bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat guna mendorong kebangkitan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian kopi.

Ketua Asosiasi Petani dan Pegiat Kopi Papua Pegunungan, Kelion Yikwa, bersama empat koordinator dari delapan kabupaten melakukan pembinaan kepada petani dan pegiat kopi di wilayah Papua Pegunungan.

Edukasi tersebut difokuskan pada pemanfaatan lahan kosong agar dijadikan lahan produktif untuk penanaman kopi sebagai komoditas unggulan daerah.

Menurut Kelion Yikwa, kopi merupakan tanaman jangka panjang yang mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Karena kopi merupakan tanaman jangka panjang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang mau menanam kopi dan bisa mendukung anak yang ada di bangku pendidikan maupun mendukung program pelayanan di gereja Tuhan,” ujarnya di Wamena, Kamis (7/5/2026).

Asosiasi Bagikan Bibit Kopi kepada Warga

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat, asosiasi juga membagikan bibit kopi kepada petani yang memiliki keinginan menanam kopi namun belum memiliki bibit.

Baca juga :  Pemerintah Percepat IKN, Presiden Prabowo Siapkan Nusantara Jadi Ibu Kota RI: Peluang Besar Lingkungan, Regulasi, dan Investasi Terbuka

Bibit tersebut diperoleh melalui gerakan swadaya bersama para petani kopi yang sudah memiliki pembibitan, kemudian disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua Pegunungan.

Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengembangan kopi lokal sebagai sumber penghasilan keluarga.

Rumah Penjemuran Jadi Solusi Petani Saat Musim Hujan

Selain membagikan bibit, asosiasi juga membantu pembangunan rumah penjemuran kopi bagi petani yang aktif mengembangkan usaha kopi.

Kelion menjelaskan bahwa banyak petani mengalami kendala saat musim hujan karena kopi yang dijemur sering basah dan rusak, terlebih lokasi kebun yang jauh dari rumah petani.

Melihat kondisi tersebut, asosiasi mengambil langkah swadaya dengan membangun rumah penjemuran sebagai solusi menjaga kualitas hasil panen kopi.

“Solusi yang asosiasi lakukan untuk mencegah hujan yang akan merusak kopi dan juga mengurangi beban kerja petani dalam usaha kopi,” katanya.

Kopi Papua Pegunungan Dinilai Punya Potensi Besar

Asosiasi menilai kopi Papua Pegunungan memiliki potensi unggulan yang dapat bersaing di pasar kopi nasional maupun internasional.

Baca juga :  Bonus Atlet SEA Games 2021 Jadi Sorotan, KONI Jambi Ungkap Adanya Miskomunikasi

Karena itu, asosiasi berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat petani di wilayah Lapago.

Kelion bahkan menyebut kopi sebagai “emas hijau” yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik.

Pemerintah Diminta Hadir untuk Petani Lokal

Dalam kesempatan tersebut, asosiasi berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dapat mengambil langkah konkret untuk mendukung para petani kopi di delapan kabupaten penghasil kopi.

Pemerintah melalui dinas teknis diminta memberikan pendampingan, bantuan sarana pertanian, hingga solusi sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Asosiasi juga berharap sinergi antara pemerintah daerah dan para pegiat kopi terus diperkuat demi memajukan ekonomi kerakyatan di Papua Pegunungan.

Generasi Muda Diajak Tidak Bergantung pada CPNS

Selain fokus pada pengembangan pertanian kopi, asosiasi juga mengajak generasi muda Papua untuk mulai mengembangkan potensi usaha lokal dan tidak hanya bergantung pada pembukaan formasi CPNS.

Menurut Kelion, kekayaan alam Papua sangat besar dan dapat menjadi sumber masa depan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan tekun dan serius.

Baca juga :  Pendidikan Kuat, Papua Maju: Fondasi Kebangkitan Orang Asli Papua

“Kemajuan daerah tidak bisa menunggu perubahan datang dari luar, tetapi kita harus bangkit melakukan perubahan dari kampung ke kota dan dari kota ke kampung,” tegasnya.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

  • Membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui usaha tani kopi.
  • Membantu petani memperoleh bibit kopi untuk memulai usaha pertanian.
  • Mengurangi kerusakan hasil panen dengan pembangunan rumah penjemuran.
  • Mendorong generasi muda Papua lebih mandiri secara ekonomi.
  • Memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pendapatan jangka panjang.
  • Meningkatkan kualitas dan daya saing kopi Papua Pegunungan di pasar luas.

(Red/fs)