BerdayaNews.com, Jambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, mengajak seluruh perempuan di Provinsi Jambi untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Kartini ke-148 sebagai refleksi dalam meneguhkan peran strategis di ruang publik, tanpa meninggalkan tanggung jawab utama sebagai pilar keluarga.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-148 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (30/04/2026). Hadir dalam acara tersebut Penasehat BKOW Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Al Haris, serta perwakilan organisasi wanita, pelaku usaha, dan tokoh perempuan lintas elemen.

“Sudah 148 tahun kita memperingati Hari Kartini. Semangat perjuangannya harus terus diwariskan. Namun yang terpenting bukan sekadar mengenang, melainkan bagaimana kita memaknai dan melanjutkan perjuangan tersebut dalam kehidupan nyata,” ujar Gubernur Al Haris dalam arahannya.

Perempuan sebagai Pilar Kemajuan

Gubernur Al Haris memberikan apresiasi atas meningkatnya partisipasi perempuan Jambi di berbagai posisi strategis, mulai dari pemerintahan, politik, pendidikan, hingga dunia usaha. Menurutnya, keterlibatan perempuan saat ini telah menunjukkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme yang setara dengan laki-laki.

Baca juga :  Sinergi Kontrol Sosial: LSM RIB dan BerdayaNews.com Bedah Akurasi LHP Bersama BPK Perwakilan DKI Jakarta

Meski demikian, Al Haris mengingatkan bahwa kemajuan tersebut harus dibarengi dengan nilai keharmonisan rumah tangga. Perempuan, kata Gubernur, memiliki peran ganda yang mulia sebagai penggerak ekonomi dan sosial, sekaligus pendidik utama bagi generasi penerus.

“Perempuan harus percaya diri dan berdaya. Namun, tetap jaga keharmonisan keluarga dan mendidik generasi penerus dengan penuh tanggung jawab. Kita ingin perempuan menjadi inspirasi bagi kemajuan bangsa dan daerah,” tegasnya.

Panggilan Moral di Era Digital

Senada dengan hal tersebut, Penasehat BKOW Provinsi Jambi, Hesnidar Haris (Hesti Haris), menekankan bahwa tantangan perempuan saat ini jauh lebih kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi dan media sosial.

“Jika dahulu Kartini berjuang membuka jalan menuju terang, maka hari ini kita menghadapi tantangan nyata, seperti persoalan moral dan perlindungan terhadap perempuan serta anak di tengah arus informasi,” ungkap Hesti.

Hesti mengajak seluruh organisasi perempuan di bawah naungan BKOW untuk tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata. Ia mendorong agar organisasi perempuan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. “Kita harus saling menjaga, menginspirasi, dan menjadi pelindung bagi sesama. Jadikan organisasi sebagai motor penggerak perubahan yang nyata,” pungkasnya.

Baca juga :  Dugaan Korupsi Dana Hibah Atlet Difabel Bekasi Rp 7 Miliar, 2 Pengurus NPCI Jadi Tersangka

Peringatan Hari Kartini ke-148 ini diharapkan menjadi momentum penguat solidaritas antarorganisasi perempuan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga ketahanan sosial.

(Tim BerdayaNews/Diskominfo Provinsi Jambi)fs