BerdayaNews.com, Jambi –– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengambil langkah proaktif guna mengikis kesenjangan digital di wilayahnya. Melalui strategi “jemput bola”, jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Provinsi Jambi mendatangi langsung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Jakarta untuk menuntaskan persoalan blank spot internet di pelosok desa.

Audiensi strategis yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) ini dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, dengan memboyong delapan Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan demi sinkronisasi data dan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Fokus pada Pemerataan Akses dan Kualitas Layanan

Dalam keterangannya, Ariansyah memaparkan fakta di lapangan bahwa akses internet di Jambi belum merata sepenuhnya. Wilayah pedalaman, khususnya di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo, masih menjadi titik-titik krusial yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kondisi blank spot ini menghambat pembangunan digital, sektor pendidikan, hingga pelayanan publik bagi masyarakat. Kami hadir di sini untuk memastikan Jambi segera keluar dari ketertinggalan cakupan internet,” tegas Ariansyah.

Selain infrastruktur fisik, Pemprov Jambi juga mengusulkan program Training of Trainers (ToT) talenta digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dinilai penting untuk memperkuat implementasi program Satu Data Indonesia di tingkat daerah.

Baca juga :  Membangun Manusia Papua Lebih Mendesak Daripada Sekadar Infrastruktur Fisik

Komdigi Prioritaskan Jambi

Inisiatif Pemprov Jambi mendapat respons positif dari pihak kementerian. Staf Khusus Menteri Komdigi, Arnanto Nurprabowo, menyatakan kekagumannya atas komitmen serius daerah yang datang langsung membawa aspirasi.

“Kami akan memberikan prioritas lebih tinggi untuk Jambi. Kunjungan khusus seperti ini menunjukkan sinergi yang baik antara pusat dan daerah dalam mempercepat transformasi digital,” ujar Arnanto.

Ia menjelaskan bahwa Komdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) tengah memacu program Universal Service Obligation (USO). Pada tahun 2026, ditargetkan penambahan ribuan alat penguat sinyal (Vsat) di wilayah non-3T.

“Target kami adalah sekolah negeri, lembaga keagamaan, pondok pesantren, dan puskesmas. Jambi akan menjadi salah satu wilayah prioritas pembangunan tersebut melalui koordinasi lintas kementerian,” tambahnya.

Daftar Kehadiran dan Sinergi Lintas Sektor

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi transformasi digital Jambi. Adapun daftar pejabat yang hadir dalam audiensi tersebut antara lain:

Perwakilan Pemprov & Kabupaten/Kota:

  • Ariansyah (Kadis Kominfo Provinsi Jambi)

  • Perwakilan Diskominfo Tanjung Jabung Timur & Tanjung Jabung Barat.

  • Amir Hamzah (Kadis Kominfo Batang Hari)

  • Yosrizal (Kadis Kominfo Kota Sungai Penuh)

  • Yuldi Candra (Kadis Kominfo Kerinci)

  • Ruman Syahfudin (Kadis Kominfo Tebo)

  • A. Khoirudin (Kadis Kominfo Merangin)

  • Ade Yusuf Abidin (Sekretaris Diskominfo Bungo)

Baca juga :  Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025: Saatnya Tegas Menegakkan Batas Masa Jabatan Kepala Sekolah

Perwakilan Kementerian Komdigi:

  • Isnaldi (Ketua Tim Pusat Pengembangan Aparatur)

  • Anka Raharja (Plh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital)

  • Handoko (PIC Supervisi Layanan Bakti)

  • Satya Nugraha Adikara (Direktorat Layanan TI)

  • Tim Tenaga Ahli: Maureethania, Sekarwati, Muhammad Safii, dan Widhi Adriansyah.

Dengan adanya komitmen dari Komdigi, Pemprov Jambi optimis target Jambi Pintar dan Indonesia Digital dapat terwujud hingga ke tingkat desa paling terpencil.fs