BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menandai satu tahun kepemimpinan Tri Adhianto dengan menggelar apel di Balai Patriot, Senin (23/2/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi kinerja sekaligus penegasan arah kebijakan ke depan.
Dalam apel yang dipimpin langsung oleh Wali Kota, dilakukan penyerahan penghargaan Program Kampung Iklim (PROKLIM), penghargaan purnabhakti bagi aparatur yang memasuki masa pensiun, serta pelantikan Forum Anak Bekasi periode 2026–2028.
Refleksi dan Evaluasi Kinerja
Dalam arahannya, Tri Adhianto menekankan bahwa satu tahun perjalanan pemerintahan harus dimaknai sebagai proses belajar dan pembenahan berkelanjutan.
“Setahun ini harus kita maknai sebagai proses belajar. Apa yang sudah baik kita lanjutkan, yang belum maksimal harus segera dibenahi agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk fokus pada persoalan mendasar yang menyentuh kebutuhan warga, khususnya perbaikan infrastruktur jalan dan pengendalian banjir—dua isu klasik yang kerap menjadi sorotan publik.
Menurutnya, pendekatan responsif melalui kehadiran langsung di lapangan menjadi kunci efektivitas kebijakan.
“Kita tidak bisa hanya menunggu laporan. Turun langsung ke lapangan itu penting supaya tahu kondisi riil dan bisa mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” tegasnya.
Optimalisasi PAD dan Reformasi Sistem
Selain infrastruktur dan banjir, Wali Kota juga menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui pembenahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta penataan reklame.
Ia meminta agar persoalan teknis yang berulang setiap tahun tidak lagi menjadi rutinitas birokrasi, melainkan diselesaikan melalui reformasi sistem dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Perbaikan harus konkret. Kalau ada hambatan, selesaikan. Jangan biarkan menjadi rutinitas masalah tahunan,” katanya.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan.
Transparansi Digital dan Komunikasi Publik
Pada kesempatan yang sama, diumumkan hasil evaluasi pengelolaan media sosial perangkat daerah tahun 2025. Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi unggahan, kualitas visual dan narasi, serta tingkat keterlibatan publik.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah meraih nilai tertinggi, disusul Kecamatan Bekasi Timur dan Kelurahan Duren Jaya. Perangkat daerah dengan capaian terendah akan mendapat pendampingan khusus selama satu tahun guna memperkuat kapasitas komunikasi publik.
Dalam kategori publikasi refleksi satu tahun kepemimpinan, Sekretariat Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, dan RSUD Kota Bekasi dinilai sebagai tiga terbaik berdasarkan kedalaman substansi serta kualitas produksi konten.
Langkah ini menunjukkan adanya dorongan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan adaptif terhadap era digital.
Penguatan Partisipasi Lingkungan dan Anak
Kelurahan Pekayon Jaya, Kelurahan Jati Mekar, dan Kelurahan Aren Jaya menerima penghargaan PROKLIM atas komitmen dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengendalian perubahan iklim serta penguatan ketahanan lingkungan berbasis komunitas.
Pelantikan Forum Anak Bekasi periode 2026–2028 juga menjadi simbol komitmen terhadap partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Keunggulan dan Tantangan Kepemimpinan
Memasuki satu tahun masa jabatan, sejumlah capaian dan tantangan dapat menjadi catatan evaluatif terhadap kepemimpinan Tri Adhianto.
Keunggulan:
- Pendekatan Responsif dan Lapangan
Penekanan pada turun langsung ke masyarakat memperlihatkan model kepemimpinan partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan riil warga. - Dorongan Reformasi Sistemik
Fokus pada pembenahan PBB, penataan reklame, dan reformasi pelayanan menunjukkan kesadaran pentingnya tata kelola yang efisien dan akuntabel. - Penguatan Transparansi Digital
Evaluasi media sosial perangkat daerah menjadi indikator komitmen terhadap keterbukaan informasi publik. - Pemberdayaan Komunitas dan Generasi Muda
Penghargaan PROKLIM dan pelantikan Forum Anak menandakan perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Kelemahan dan Tantangan:
- Persoalan Infrastruktur dan Banjir yang Berulang
Masalah klasik seperti jalan rusak dan banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan solusi struktural, bukan sekadar respons situasional. - Optimalisasi PAD yang Belum Maksimal
Pembenahan PBB dan reklame mengindikasikan masih adanya potensi penerimaan daerah yang belum tergarap optimal. - Konsistensi Kinerja Perangkat Daerah
Masih adanya perangkat daerah dengan capaian komunikasi rendah menunjukkan ketimpangan kapasitas birokrasi yang perlu dibenahi secara menyeluruh. - Harapan Publik yang Tinggi
Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap percepatan pembangunan menuntut konsistensi realisasi program agar tidak berhenti pada wacana evaluatif.
Menuju Tahun Kedua Kepemimpinan
Menutup arahannya, Tri Adhianto mengajak seluruh aparatur menjadikan evaluasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar agenda tahunan.
“Kepercayaan publik dibangun dari kerja yang konsisten dan terbuka. Kita harus terus meningkatkan profesionalisme agar Pemerintah Kota Bekasi semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.
Satu tahun kepemimpinan menjadi fondasi awal. Tahun kedua akan menjadi ujian konsistensi: apakah komitmen evaluasi dan pembenahan sistem mampu diterjemahkan menjadi percepatan pembangunan yang terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Bekasi.fs


