Oleh: Prof. Mukhtar Latif

BerdayaNews.com, Jambi — Memutus Kutukan Bahan Mentah Struktur ekonomi daerah kita terlalu lama terjebak dalam kutukan ekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.

Hilirisasi hadir sebagai keputusan strategis untuk memutus rantai ketergantungan pada komoditas mentah tersebut.

Transformasi menuju ekonomi bernilai tambah adalah kunci kedaulatan ekonomi daerah di pasar global.

Stabilitas Ekonomi dan Investasi

Data BPS 2024 membuktikan hilirisasi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di angka 5,05%.

Industri pengolahan di daerah menciptakan daya tahan kuat terhadap guncangan harga komoditas dunia.

Sinergi investasi dan hilirisasi diproyeksikan mampu mendongkrak realisasi modal hingga 43,3% pada 2025.

Ekosistem Industri Inklusif

Hilirisasi produktif harus membangun ekosistem inovasi yang melibatkan penuh tenaga kerja lokal daerah.

Pilar utama kebijakan ini adalah peningkatan kapasitas SDM, adopsi teknologi, dan integrasi UMKM lokal.

Pertumbuhan industri wajib mengusung konsep inklusif yang menjaga kelestarian lingkungan dan sosial.

Loncatan Prestasi Ekonomi Jambi

Provinsi Jambi kini menjadi middle power strategis sebagai jembatan penghubung utama di Pulau Sumatera.

Baca juga :  Al Haris Tekankan Pentingnya Akhlak dan Peran Keluarga di Bulan Ramadan

Ekonomi Jambi tumbuh impresif 6,00% (y-on-y), melampaui rata-rata nasional dengan indikator makro yang solid.

Prestasi Jambi kian nyata dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga 6,89% di tahun 2025.

Hilirasasi Sektor Unggulan Daerah

Sektor sawit, karet, dan batu bara Jambi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk turunan.

Hilirisasi perkebunan rakyat diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan hingga 40%.

Komoditas unggulan seperti Kayu Manis dan Pinang kini siap naik kelas melalui sentuhan industri pengolahan.

Dampak Sosial dan Penyerapan Kerja

Ekspansi industri pengolahan terbukti efektif menekan angka pengangguran terbuka di Jambi hingga ke 3,5%.

Hilirisasi menciptakan lapangan kerja formal yang lebih stabil dibandingkan sektor pertanian primer tradisional.

Pusat pertumbuhan ekonomi baru kini muncul merata di luar perkotaan berkat sebaran industri pengolahan.

Visi Indonesia Emas 2045

Hilirisasi adalah jembatan menuju Indonesia Emas 2045 melalui marwah pembangunan yang jauh lebih berkeadilan.

Jambi kini siap bertransformasi dari penyedia bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi.

Baca juga :  LSM RIB Desak Penuntasan Dugaan Suap Rp16 Miliar: Mabes Polri Limpahkan Kasus Oknum ‘Lippo’ ke Polda Metro Jaya

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kekayaan alam memberikan manfaat maksimal bagi rakyat. (Red/fs)