Oleh : Angginak Sepi Wanimbo

BerdayaNews.com, Wamena — Proses seleksi Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Pegunungan mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah tokoh menekankan pentingnya menjunjung tinggi kompetensi, pengalaman, dan persatuan Orang Asli Papua (OAP) dalam menentukan figur terbaik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Papua Pegunungan, Sepi Wanimbo, menilai bahwa seleksi Sekda harus mengedepankan figur putra terbaik yang memiliki pengalaman dan rekam jejak kuat dalam pemerintahan.

“Seleksi jabatan Sekda harus menjadi ruang untuk melahirkan putra terbaik yang benar-benar memiliki kapasitas dan pengalaman kerja,” ujarnya.

Perbedaan Pandangan Muncul

Di sisi lain, Koordinator Solidaritas Peduli Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan, Ferdi Itlay, sebelumnya menyampaikan pandangan bahwa posisi Sekda sebaiknya diprioritaskan bagi putra wilayah Lapago.

Namun, pandangan tersebut dinilai perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Papua.

Sepi Wanimbo menegaskan bahwa seluruh Orang Asli Papua, dari Sorong hingga Merauke, merupakan satu kesatuan tanpa perbedaan antara wilayah pegunungan dan pesisir.

Baca juga :  Pelayanan Publik Kota Bekasi Raih Predikat Tertinggi Nasional, Bukti Kota Penyangga Ibu Kota Kian Melesat

⚖️ Seleksi Harus Berdasarkan Merit

Dalam proses seleksi yang berlangsung, terdapat sejumlah nama yang dinilai memenuhi syarat administrasi dan kompetensi untuk mengikuti tahapan seleksi, di antaranya:

  • Alpius Yigibalom
  • Elabi Giban
  • Agustinus Howay

Namun demikian, penentuan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui mekanisme seleksi yang berlaku.

“Siapa pun yang dinilai terbaik berdasarkan proses seleksi, itulah yang layak memimpin dan melayani masyarakat Papua Pegunungan,” tegasnya.

Seruan Jaga Persatuan Papua

Sebagai provinsi baru, Papua Pegunungan dinilai sangat membutuhkan soliditas dan persatuan dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor, seperti:

  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi kerakyatan
  • Infrastruktur
  • Kebudayaan

Narasi yang membedakan masyarakat Papua berdasarkan wilayah, baik pegunungan maupun pesisir, disebut berpotensi memecah belah dan justru melemahkan kekuatan internal masyarakat.

“Papua adalah satu. Perbedaan wilayah tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah,” ujar Sepi.

Dukungan terhadap Pembangunan Daerah

Masyarakat Papua Pegunungan juga diajak untuk:

  • Mendukung kebijakan pemerintah daerah
  • Memberikan kritik yang membangun
  • Bersatu dalam mendorong kemajuan daerah
Baca juga :  UMKM Bekasi Dapat Diskon Sewa Tenant di Wisata Air Kalimalang, Peluang Pasar Besar Sekaligus Dorong Wisata Ramah Lingkungan

Menurutnya, pembangunan Papua Pegunungan sebagai wilayah baru membutuhkan fondasi kuat yang dibangun atas nilai:

  • Kasih
  • Kejujuran
  • Kedamaian
  • Persatuan

Di tengah dinamika seleksi Sekda, masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan menghindari narasi yang berpotensi memecah belah. Proses seleksi diharapkan berjalan secara objektif, transparan, dan berdasarkan prinsip meritokrasi.

“Ketika kita bersatu, kita kuat. Ketika kita bersatu, kita pasti maju,” pungkasnya. (Red.fs)