BerdayaNews.com, LANNY JAYA – Kepala Distrik Bugukgona, Wanti Wakerkwa, melakukan aksi nyata dengan turun langsung ke lapangan (turun kampung) pada Kamis (26/3/2026). Kunjungan maraton ini mencakup 13 kampung, tiga satuan pendidikan, dan satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah Distrik Bugukgona, Kabupaten Lanny Jaya.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program pembangunan yang didanai melalui bantuan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah pada tahun anggaran 2025-2026 berjalan sesuai target dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Melihat Transformasi Ekonomi dari Hulu
Dalam tinjauannya di 13 kampung, Wanti Wakerkwa memberikan apresiasi atas geliat ekonomi yang mulai tumbuh mandiri. Ia menyaksikan langsung pemanfaatan potensi lokal yang dikelola masyarakat, mulai dari budidaya kolam ikan, peternakan kelinci dan babi, perkebunan kopi, usaha kios, hingga produksi batu merah.
“Kerja keras rakyat di setiap kampung mulai menunjukkan hasil. Kemandirian ekonomi ini adalah kunci agar warga bisa membiayai sekolah anak, mendukung pelayanan gereja, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri,” ujar Wanti Wakerkwa.
Pilar Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Tak hanya sektor ekonomi, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian utama. Wanti menegaskan bahwa masa depan Bugukgona dan Lanny Jaya bergantung pada kesiapan generasi muda.
Di tiga sekolah yang dikunjungi, ia berdialog dengan para guru untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal. Begitu pula di Puskesmas setempat, meski mengakui adanya tantangan berupa perubahan tenaga kesehatan, ia mengapresiasi semangat pelayanan yang tetap terjaga aman dan kondusif.
“Kami meminta kepada Pj. Kepala Kampung, guru, dan tenaga medis: jangan meninggalkan tempat tugas. Kehadiran bapak dan ibu sangat dibutuhkan oleh warga,” tegasnya.
Visi “Membangun dari Kampung ke Kota”
Kunjungan ini merupakan implementasi dari konsep besar Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya, yaitu “Pembangunan dari Kampung Masuk Kota”. Wanti menekankan pentingnya kepemilikan administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK).
“Saya minta seluruh warga segera mengurus administrasi kependudukan. Saat ini, seluruh bantuan pemerintah berbasis kartu identitas. Jangan sampai ada satu pun warga Bugukgona yang tertinggal hanya karena masalah administrasi,” tambahnya.
Seruan Persatuan dan Keamanan
Menutup rangkaian kunjungannya, Kadistrik mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh pemuda, perempuan, gereja, hingga intelektual—untuk bersatu hati menjaga aset pembangunan yang sudah ada.
“Hari ini adalah waktu untuk berdamai dan bersatu. Orang lain tidak akan datang membangun daerah kita jika bukan kita sendiri, anak daerah, yang memulainya. Mari kita jaga pembangunan ini, jangan dirusak,” imbaunya.
Hasil dari serap aspirasi ini akan menjadi catatan penting bagi koordinasi antar-dinas terkait dan akan dikawal dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik hingga kabupaten. Pemerintah Distrik Bugukgona berkomitmen untuk terus melakukan kontrol berkala demi memastikan konsep pembangunan yang aman, damai, dan berkelanjutan.
(Tim Redaksi berdayanews.com/fs)


