BerdayaNews.com, Bekasi – Peristiwa longsor yang melanda kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Bekasi. Meski secara administratif pengelolaan TPST berada di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemkot Bekasi tetap mengambil langkah proaktif untuk memitigasi dampak bencana demi keselamatan warga sekitar.
Pemerintah Kota Bekasi telah mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi kejadian guna membantu proses evakuasi dan penanganan darurat di lapangan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pihaknya tidak ingin menunggu kendala administratif menghambat upaya penyelamatan di lapangan.
“Lokasinya memang di Bekasi, tetapi pengelolaannya berada di bawah Pemprov DKI Jakarta. Namun, keselamatan pekerja dan warga sekitar adalah perhatian utama kami. Yang terpenting sekarang adalah memastikan penanganan berjalan cepat dan kondisi di lapangan segera aman,” ujar Tri dalam keterangannya, Selasa (10/03/2026).
Antisipasi Dampak Lingkungan Luas Selain evakuasi fisik, BPBD Kota Bekasi kini tengah melakukan langkah mitigasi terhadap potensi dampak lingkungan lanjutan. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah tumpahan sampah yang dapat mencemari aliran Kali Asem atau merembet hingga ke permukiman warga.
Saat ini, petugas di lapangan disiagakan penuh untuk memonitor aliran air serta stabilitas lingkungan di sekitar area TPST. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko bencana lingkungan yang lebih luas yang dapat merugikan ekosistem dan kesehatan masyarakat Kota Bekasi.
Koordinasi Lintas Wilayah Tri Adhianto menambahkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak pengelola TPST Bantargebang dari Pemprov DKI Jakarta. Sinergi lintas pemerintah ini menjadi kunci agar proses pembersihan dan stabilisasi area longsor berjalan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak pengelola agar penanganan berjalan cepat dan situasi segera terkendali. Kami ingin memastikan kondisi tetap aman bagi pekerja maupun masyarakat sekitar yang terdampak secara langsung,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD Kota Bekasi masih terus berjaga di area perbatasan untuk memantau situasi dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan sewaktu-waktu. (Red/fs)


