Dorong Kota Lebih Rapi, Aman, dan Manusiawi

BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menata wajah kota kembali ditegaskan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tri Adhianto di wilayah Jatiasih, tepatnya kawasan Cipendawa, pada akhir pekan. Sidak ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan respons langsung atas persoalan klasik perkotaan: kabel udara yang semrawut dan reklame yang tumbuh tanpa kendali.

Dalam peninjauan lapangan, Tri Adhianto menyoroti kondisi ducting kabel yang masih didominasi instalasi udara. Kabel-kabel tersebut tampak tidak tertata, menempel di tiang dan bangunan, mengganggu estetika kota, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan warga saat cuaca ekstrem.

“Kabel-kabel ini persoalan lama yang harus diselesaikan bersama. Penataan ducting tidak bisa setengah-setengah, harus menjadi titik temu antara pemerintah dan seluruh penyedia jaringan,” tegas Tri di lokasi.

Menurutnya, penataan ducting kabel bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan, keandalan infrastruktur, serta citra Kota Bekasi sebagai kota penyangga ibu kota yang terus bertransformasi. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penataan kabel dilakukan secara bertahap dan terintegrasi di seluruh wilayah, tidak hanya di Jatiasih, agar standar kerapian kota bisa dirasakan merata.

Baca juga :  Opini Publik: Menagih Akuntabilitas PT Jakpro – "Beban di Balik Megahnya Infrastruktur Jakarta"

Reklame Berlebih, Wajah Kota Jadi Sesak

Selain kabel, persoalan reklame turut menjadi sorotan utama. Tri menemukan masih banyak ruko dan bangunan usaha yang memasang reklame ganda atau double signage. Kondisi ini dinilai membuat kawasan terlihat padat, semrawut, dan tidak efektif secara visual.

“Kalau identitas toko sudah jelas dan permanen di bangunan, tidak perlu lagi ditambah reklame lain. Ini justru membuat ruang kota terasa penuh dan tidak tertata,” ujarnya.

Penertiban reklame, lanjut Tri, akan dilakukan dengan pendekatan persuasif namun tegas. Pemkot Bekasi ingin menciptakan keseimbangan antara kepentingan usaha dan kepentingan publik, agar ruang kota tetap nyaman dilihat dan digunakan oleh masyarakat.

Kolong Jembatan Cipendawa Disulap Jadi Ruang Publik

Dalam sidak yang sama, Wali Kota juga meninjau kolong Jembatan Cipendawa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Area tersebut direncanakan akan ditata ulang menjadi ruang publik ramah warga, khususnya bagi komunitas anak muda.

“Kita akan jadikan kolong jembatan ini sebagai pusat aktivitas, seperti arena skateboard dan basket. Kita lengkapi juga dengan bangku-bangku untuk warga, termasuk fasilitas permainan catur,” kata Tri.

Baca juga :  DPD PPKL & AB Papua Pegunungan Desak Pemprov Satukan Kubu KNPI: “Pemuda Harus Kembali ke Honai Persatuan”

Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga merencanakan pengecatan ulang, peningkatan pencahayaan, serta penataan lingkungan agar kawasan tersebut aman, nyaman, dan menarik sebagai ruang interaksi sosial lintas generasi.

Menuju Bekasi yang Lebih Tertib dan Berkarakter

Sidak di Jatiasih ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun kota yang tertib, berkarakter, dan berorientasi pada kualitas hidup warganya. Penataan ducting kabel, pengendalian reklame, serta optimalisasi ruang publik diharapkan mampu mengubah wajah Bekasi menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga nyaman dan layak huni.

Pemerintah Kota Bekasi pun mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pelaku usaha, penyedia jaringan, hingga masyarakat—untuk bersama-sama menjaga dan menata ruang kota demi kepentingan bersama.fs