BerdayaNews.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi bank-bank yang tergabung dalam Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa bank-bank BUMN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus menjadi instrumen pembangunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa kekuatan finansial Himbara saat ini sangat signifikan dalam struktur ekonomi nasional.

Menurut Rosan, total kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara dengan sekitar 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.

“Jika dijumlahkan, nilai kapitalisasi pasar seluruh bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut mencerminkan kurang lebih 10 persen dari keseluruhan nilai perusahaan di Indonesia,” ujar Rosan.

Baca juga :  Kunjungan Historis Presiden Prabowo ke Prancis: Amankan Hubungan Global, Jet Tempur Rafale, hingga Investasi Danantara

Himbara Diminta Perkuat Dukungan bagi UMKM

Rosan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar bank-bank Himbara terus memperluas akses layanan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, keberadaan perbankan nasional harus mampu menciptakan kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk memperoleh akses pembiayaan dan pengembangan usaha.

“Perbankan tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pemberian kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan, mulai dari UMKM, sektor komersial hingga korporasi,” jelasnya.

Arahan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang selama ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tetap Kedepankan Profesionalisme dan Kehati-hatian

Meski didorong untuk lebih aktif mendukung berbagai program pembangunan nasional, Presiden juga mengingatkan agar seluruh bank Himbara tetap menjalankan operasional bisnis berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola yang profesional.

Menurut Rosan, keseimbangan antara fungsi bisnis dan fungsi pembangunan menjadi kunci agar perbankan nasional tetap sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Baca juga :  Opini: Tekanan terhadap Iran Menguat dari Segala Arah: Akankah Rezim Bertahan atau Berubah?

“Semua harus dijalankan dengan asas kehati-hatian dan profesionalisme. Kehadiran Himbara harus benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Harga Minyak Dunia Turun, Jadi Sentimen Positif

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyinggung perkembangan harga minyak dunia yang mengalami penurunan hingga berada di bawah level 80 dolar Amerika Serikat per barel.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menjaga stabilitas inflasi dan menekan biaya energi.

“Harga minyak dunia saat ini sudah turun di bawah 80 dolar AS. Harapannya, kondisi ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Menuju Ekonomi Berdikari

Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa pemerintah memiliki visi besar untuk membangun ekonomi Indonesia yang semakin mandiri dan mampu bertumpu pada kekuatan domestik.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, sektor perbankan nasional, khususnya Himbara, memiliki peran penting sebagai penyedia pembiayaan bagi sektor-sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah bagaimana perekonomian Indonesia ke depan menjadi ekonomi yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan dukungan dari sektor perbankan, terutama bank-bank Himbara,” tegas Rosan.

Baca juga :  Sosok Vito Borkat Harahap: Motor Inovasi AI dan Teladan Transformasi Digital di Kementerian PUPRS

Pilar Penting Ekonomi Nasional

Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1.100 triliun dan jaringan layanan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, Himbara dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Pemerintah berharap bank-bank BUMN dapat terus memperluas inklusi keuangan, memperkuat pembiayaan UMKM, mendukung investasi nasional, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia menuju visi besar menjadi negara maju yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (Red/fs)