BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung meninjau kondisi para korban kecelakaan kereta api yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Rabu (29/4).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta dukungan moral. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat juga menyerahkan bantuan sebagai wujud empati kepada para pasien.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran rumah sakit terkait untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para korban. Ia memastikan bahwa seluruh pembiayaan perawatan medis korban telah dijamin melalui BPJS Kesehatan.
“Kami bersama Pak Gubernur hadir langsung untuk memastikan kondisi korban tertangani dengan baik. Penanganan medis harus maksimal, dan kami pastikan seluruh rumah sakit memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan seluruh pasien tercover BPJS Kesehatan,” ujar Tri Adhianto di sela-sela kunjungannya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam menangani dampak kecelakaan ini. Ia memastikan bahwa fasilitas bagi para korban harus difasilitasi dengan lengkap.
“Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada para korban. Sejak awal masa perawatan, kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri, kebutuhannya terpenuhi, termasuk jaminan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan,” ungkap Dedi Mulyadi.
Data Terkini Korban Berdasarkan data terbaru, tercatat total sebanyak 91 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Khusus di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM), terdapat 54 korban dengan rincian 26 pasien masih menjalani rawat inap, 25 pasien diperbolehkan pulang, dan 3 orang meninggal dunia.
Sementara itu, korban lainnya tersebar di beberapa rumah sakit di antaranya RS Primaya Timur (10 orang), RS Mitra Timur (7 orang), RS Bella (5 orang), RS Hermina (2 orang), RS Siloam Bekasi (2 orang), RS Bakti Kartini (1 orang), RSUD Cibitung (1 orang), serta Mitra Plumbon (6 orang). Sedangkan 10 korban meninggal dunia lainnya saat ini ditangani di RS Polri.
Tri Adhianto menegaskan, pendampingan terhadap korban akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami memastikan pendampingan terus dilakukan, untuk segera dilaporkan ke Gubernur dan Presiden, baik kepada pasien yang masih dirawat maupun keluarga korban yang meninggal dunia. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Tri Adhianto. (Red/fs)


