BerdayaNews.com,Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya memberi karpet merah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemangkasan birokrasi perizinan. Kebijakan ini diyakini menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe memastikan proses perizinan usaha kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam, bukan lagi berhari-hari, selama dokumen persyaratan dinyatakan lengkap.

“Kalau dokumennya lengkap, perizinan bisa selesai satu hari, bahkan hitungan jam. Kami tidak ingin mempersulit orang berusaha, karena itu justru menghambat pendapatan masyarakat dan daerah,” tegas Harris saat ditemui di Bekasi, Sabtu (17/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meninjau kembali beroperasinya Rumah Makan Sambel Hejo Sambel Dadak (SHSD) yang bangkit pasca-musibah kebakaran. Menurut Harris, pemulihan cepat unit usaha seperti SHSD menjadi bukti bahwa peran pemerintah sangat krusial dalam memfasilitasi pelaku usaha—baik melalui regulasi yang ramah maupun dukungan akses permodalan.

UMKM, Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Harris menilai UMKM terbukti lebih tangguh dibandingkan industri skala besar dalam menopang ekonomi lokal. Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi menempatkan sektor UMKM sebagai prioritas kebijakan pembangunan ekonomi.

Baca juga :  Pembelajaran dari Thailand: Integrasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim untuk Ketahanan Pangan dan Manajemen Sumber Daya Alam

“Kami sangat memperhatikan UMKM, bahkan yang kecil sekalipun. Karena penggerak ekonomi dan sumber pendapatan daerah itu bukan hanya industri besar,” ujarnya.

Fokus Kemasan untuk Tembus Pasar Global

Tak hanya mempermudah perizinan, Pemkot Bekasi juga menggeser fokus pembinaan pada kualitas akhir produk, khususnya pengemasan (packaging). Harris menyebut, banyak produk lokal sebenarnya unggul dari sisi rasa dan bahan baku, namun kalah bersaing karena tampilan visual yang kurang menarik.

“Kita bantu bagaimana mereka mengolah dan mengemas produknya dengan baik. Kalau sudah rapi dan layak, peluang untuk berkembang hingga ekspor itu terbuka,” katanya optimistis.

Sport City dan Wisata Kuliner Jadi Alternatif

Menyadari keterbatasan potensi wisata alam seperti pegunungan dan pantai, Pemkot Bekasi tengah mematangkan konsep Sport City dan wisata kuliner sebagai magnet ekonomi baru. Strategi ini diharapkan menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan, khususnya bagi UMKM.

Kolaborasi lintas sektor pun terus digalang, melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM serta dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Skema ini tidak hanya ditujukan bagi pengembangan usaha, tetapi juga sebagai jaring pengaman bagi UMKM terdampak bencana melalui kredit lunak dan bantuan teknis.

Baca juga :  Pemkot Bekasi Tegaskan Apresiasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola melalui Pemberian Berbagai Penghargaan

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Bekasi menargetkan UMKM lokal tak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor—menjadikan ekonomi daerah lebih inklusif dan berkelanjutan.fs