BerdayaNews.com, Kota Bekasi – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi terus meluncurkan rangkaian inovasi radikal dalam mentransformasi wajah pelayanan publik. Guna menjawab tingginya mobilitas masyarakat urban di Kota dan Kabupaten Bekasi, instansi ini menghadirkan berbagai terobosan layanan pengurusan dokumen keimigrasian yang jauh lebih fleksibel, cepat, dan adaptif.

Kepala Kantor Imigrasi Bekasi, Anggi Wicaksono, menegaskan bahwa esensi dari reformasi birokrasi ini adalah memangkas jarak dan waktu agar masyarakat dapat mengakses layanan paspor secara prima tanpa mengorbankan jam kerja.

“Ekspansi titik layanan merupakan langkah taktis kami agar masyarakat tidak perlu lagi bertumpu dan mengantre di kantor utama. Kami membawa petugas dan sistem imigrasi langsung ke pusat-pusat kegiatan masyarakat agar semakin dekat dan praktis dijangkau,” ungkap Anggi Wicaksono.

Perluasan Integrasi: Hadir di Mal dan Operasional Hari Sabtu

Sebagai langkah konkret, Imigrasi Bekasi kini mengoperasikan sejumlah unit layanan satelit di titik-titik strategis. Di antaranya adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi, Unit Layanan Paspor (ULP) Plaza Cibubur, hingga Immigration Lounge di Grand Metropolitan Mall—yang mencatatkan rekor sebagai Immigration Lounge pertama di wilayah Jawa Barat.

Baca juga :  Akselerasi Masa Depan Bangsa: LPDP Buka Beasiswa Universitas Unggulan Dunia 2026

Kehadiran unit layanan di pusat perbelanjaan ini diikuti dengan gebrakan waktu operasional. Beberapa unit tersebut kini tetap membuka pelayanan pada hari Sabtu, memberikan angin segar bagi kalangan pekerja kantoran serta pelajar yang selama ini kesulitan mencari waktu luang pada hari kerja.

Tidak hanya itu, Imigrasi Bekasi juga menerapkan sistem “Pelayanan Tanpa Jeda”. Artinya, loket penyerahan berkas dan wawancara tetap berjalan normal dan bergantian meskipun di tengah jam istirahat siang petugas.

Digitalisasi M-Paspor dan Alokasi Kuota ‘Walk-In’

Untuk urusan kepastian jadwal, masyarakat dapat mengoptimalkan aplikasi M-Paspor guna melakukan registrasi daring, pembayaran mandiri, hingga memilih kuota waktu kedatangan secara presisi. Namun, guna mengakomodasi kebutuhan darurat (urgent) atau masyarakat yang gagap teknologi, Imigrasi Bekasi tetap membuka layanan walk-in (datang langsung) pada jam-jam tertentu tanpa perlu reservasi online terlebih dahulu.

Bagi komunitas, lingkungan perumahan, sekolah, maupun instansi korporasi, Imigrasi Bekasi juga menyediakan program jemput bola bertajuk “Eazy Passport”. Melalui skema ini, tim laskar keimigrasian akan mendatangi lokasi pemohon untuk melakukan sesi foto dan wawancara secara kolektif dengan jumlah minimal kuota tertentu.

Baca juga :  APBD Jambi 2026 Diproyeksi Anjlok Rp1 Triliun, Pemprov Wajib Ubah Paradigma dari 'Proyek' ke 'Orkestrasi'

Pelayanan Tetap Normal di Tengah Skema WFH

Merespons kebijakan dinamis Work From Home (WFH) yang sempat diterapkan bagi sebagian aparatur sipil negara di lingkungan kementerian, Anggi Wicaksono memastikan garda terdepan (frontliner) dan petugas lapangan Imigrasi Bekasi tidak mengendurkan performa. Sistem pembagian kerja (shifting) diatur ketat agar operasional di konter-konter layanan mal maupun kantor utama tetap berjalan 100 persen normal.

Melalui rangkaian integrasi teknologi dan fleksibilitas waktu ini, Kantor Imigrasi Bekasi optimistis mampu mengikis habis praktik percaloan dan mewujudkan ekosistem pelayanan publik yang transparan, efisien, dan berbasis kenyamanan warga modern.

Melihat Lebih Dalam: Inovasi operasional hari Sabtu dan layanan tanpa jeda siang dari Imigrasi Bekasi patut diacungi jempol sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap hak-hak waktu warga urban. Tantangan ke depan adalah konsistensi performa sistem digital aplikasi M-Paspor agar tidak sering mengalami gangguan server saat lonjakan kuota terjadi. BerdayaNews.com akan terus mengawal dan melihat lebih dalam kualitas pelayanan publik pertanahan dan keimigrasian di wilayah Bekasi demi transparansi informasi. (Red/fs)