BerdayaNews.com, Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya tenaga kerja yang adaptif dan berdaya saing melalui penguatan pendidikan vokasi modern. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 yang digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBVP) Kementerian Ketenagakerjaan, Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, sebagai bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan industri masa kini.
Transformasi Pendidikan Vokasi Menuju Era Industri
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan bahwa pelatihan vokasi tidak lagi sekadar pelatihan keterampilan dasar, tetapi telah berkembang menjadi sistem pendidikan tenaga kerja modern yang menekankan:
- Kesesuaian dengan kebutuhan industri (link and match)
- Penguasaan teknologi dan praktik kerja nyata
- Sertifikasi kompetensi sebagai standar profesional
“Kami menyambut baik program ini. Diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang tidak hanya cakap, tetapi juga profesional dan siap terjun langsung ke dunia industri,” ujarnya.
Jaminan Serapan Kerja, Model Baru Pendidikan Berbasis Industri
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan baru yang lebih progresif, yakni mengintegrasikan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Yang paling penting, sekitar 50 persen peserta yang mengikuti kick-off ini, baik offline maupun online, sudah memiliki jaminan untuk bekerja,” ungkapnya.
Model ini mencerminkan transformasi pendidikan vokasi dari sekadar pelatihan menjadi pipeline tenaga kerja siap pakai, di mana peserta tidak hanya belajar, tetapi juga langsung terhubung dengan peluang kerja.
Kompetensi, Sertifikasi, dan Jejaring Industri
Peserta pelatihan didorong untuk:
- Menyelesaikan pelatihan secara maksimal
- Mendapatkan sertifikasi kompetensi
- Memanfaatkan jejaring instruktur yang terhubung dengan industri
Instruktur dalam program ini tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penghubung langsung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Tekan Pengangguran, Bangun Ekonomi Berbasis Keahlian
Program pelatihan vokasi nasional juga diharapkan mampu:
- Menekan angka pengangguran
- Meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal
- Mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis keahlian
Dengan pendekatan berbasis kompetensi dan kebutuhan industri, pelatihan ini menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era modern.
Bekasi sebagai Pusat Pengembangan SDM Industri
Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, Kota Bekasi memiliki posisi strategis dalam pengembangan tenaga kerja berbasis vokasi. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menjadi langkah konkret dalam membangun generasi tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Pendidikan vokasi kini bukan lagi alternatif, melainkan fondasi utama pembangunan SDM Indonesia modern. (Red/fs)


