BerdayaNews.com, Jambi — Universitas Jambi (UNJA) melakukan langkah besar dalam transformasi pendidikan kedokteran dengan meluncurkan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru. Peresmian yang berlangsung di Lantai 6 Gedung Kedokteran UNJA ini mencakup Prodi Spesialis Bedah, Prodi Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, serta Prodi Spesialis Pulmologi dan Kedokteran Respirasi.
Acara bersejarah ini diresmikan secara daring oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiksaintek) melalui Sekretaris Jenderal, serta dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., dan Rektor UNJA, Prof. Helmi, Rabu (10/1/2026).
Rektor UNJA, Prof. Helmi, menegaskan bahwa keberhasilan peluncuran tiga prodi spesialis ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jambi. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan memerlukan sinergi yang lebih luas hingga ke tingkat akar rumput.
“Alhamdulillah, kita didukung penuh oleh Pemprov Jambi. Saya meminta agar koordinasi terus dilakukan ke tingkat kabupaten/kota. Kita membutuhkan dukungan kuat dari seluruh daerah agar program ini berjalan maksimal,” ujar Prof. Helmi.
Ia menambahkan bahwa misi besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA adalah menjadi institusi yang unggul, inovatif, dan kreatif. Saat ini, fokus utama universitas adalah memastikan ketiga prodi tersebut segera mendapatkan akreditasi terbaik.
Pihak Kemendiksaintek memberikan apresiasi tinggi atas keberanian UNJA dalam menambah daftar prodi spesialis di Indonesia. Hal ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di tanah air.
“Selamat untuk UNJA. Harapannya, program ini berjalan lancar dan sukses. Kita akan terus berkolaborasi dalam mewujudkan program strategis nasional ini,” ungkap perwakilan Sekjen Kemendiksaintek melalui sambungan daring.
Sebagai bentuk komitmen operasional, UNJA langsung melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA/PKS) dengan tujuh instansi kesehatan di Provinsi Jambi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan lahan praktik dan fasilitas pendidikan bagi para calon dokter spesialis.
Adapun daftar kemitraan yang resmi ditandatangani adalah, BPJS Kesehatan Cabang Jambi (MoU dengan Universitas & MoA dengan FKIK). RSJD Kol. Inf. H. M. Syukur Jambi (Addendum PKS). RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi (Addendum PKS).
RSUD Nurdin Hamzah Kab. Tanjab Timur (PKS Quartipartid). RSUD Kolonel Abundjani Bangko (PKS Quartipartid) dan ?RSUD H. Hanafie Kabupaten Bungo (PKS Quartipartid).
“Penandatanganan dengan tujuh instansi ini adalah tonggak kekuatan kita bersama untuk memajukan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” pungkas Prof. Helmi.fs


