BerdayaNews.com, Kota Paris — Kota Paris kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tak hanya kaya sejarah dan budaya, tetapi juga visioner dalam menghadirkan inovasi perkotaan. Ibu kota Prancis ini resmi mengoperasikan kereta gantung perkotaan terpanjang di Eropa, sebuah proyek transportasi publik yang sekaligus menjadi simbol baru pariwisata urban berkelanjutan.
Kereta gantung sepanjang sekitar tiga mil (±4,5 kilometer) ini menghubungkan kawasan tenggara Paris yang selama ini relatif terpinggirkan dengan pusat aktivitas kota. Selama satu dekade penuh, proyek ini menghadapi berbagai tantangan teknis, sosial, dan tata kota—sebuah proses panjang yang akhirnya melahirkan solusi transportasi yang inspiratif.
Transportasi Modern dengan Sentuhan Humanis


Diresmikan pada Sabtu, 13 Desember, sistem yang dikenal sebagai Téléphérique C1 ini menghubungkan Créteil hingga Villeneuve-Saint-Georges. Jika sebelumnya perjalanan dengan bus atau mobil memakan waktu hingga 40 menit, kini cukup 18 menit dengan kereta gantung yang melayang di atas lanskap kota.
Sebanyak 105 gondola, masing-masing berkapasitas 10 penumpang, diproyeksikan melayani sekitar 11.000 orang per hari. Jalur ini terintegrasi dengan jaringan metro Paris, khususnya metro jalur 8, sehingga mudah diakses oleh warga maupun pengunjung.
“Ini langkah maju yang besar bagi kehidupan sehari-hari warga. Jalanan sering macet di pagi hari,” ujar Salimatou Bah, warga Limeil-Brévannes, menggambarkan dampak langsung proyek ini terhadap kualitas hidup masyarakat.
Lebih dari Transportasi: Ikon Budaya dan Daya Tarik Wisata
Meski dirancang untuk kebutuhan mobilitas warga lokal, kereta gantung ini juga membuka pengalaman wisata baru. Dari dalam gondola, penumpang dapat menikmati perspektif unik kawasan pinggiran Paris—melihat transformasi kota dari sudut pandang udara, sebuah pengalaman yang jarang ditemui di kota metropolitan klasik.
Bagi Paris, proyek ini menegaskan bahwa inovasi transportasi dapat berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya dan pariwisata. Kereta gantung bukan lagi identik dengan resor ski atau kota pegunungan, melainkan menjadi bagian dari narasi kota modern yang inklusif dan ramah lingkungan.
Mudah Dinaiki, Terjangkau untuk Semua
Tak ada tiket khusus untuk wisatawan. Cukup menggunakan tiket bus atau kartu perjalanan metro Paris, pengunjung sudah dapat merasakan pengalaman menaiki kereta gantung ini—menjadikannya atraksi kota yang inklusif, bukan eksklusif.
Dengan kehadiran Téléphérique C1, Paris menunjukkan bahwa masa depan kota besar bukan hanya soal gedung ikonik dan museum kelas dunia, tetapi juga kemampuan merajut konektivitas, budaya, dan pariwisata dalam satu sistem yang berpihak pada manusia. Sebuah inspirasi bagi kota-kota lain di Eropa, bahkan dunia. fs


