BerdayaNews.com, Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota dengan tata kelola pelayanan publik terbaik di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Tri Adhianto, Kota Bekasi berhasil meraih Penghargaan Pelayanan Publik Tahun 2025 dengan Predikat Tertinggi (A) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 9 Januari 2026. Kota Bekasi mencatat Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,73, menempatkannya dalam Kategori A (Pelayanan Prima)—peringkat tertinggi secara nasional.

Capaian ini sekaligus mengantarkan Kota Bekasi masuk enam besar pemerintah kota terbaik se-Indonesia, sejajar dengan kota-kota besar seperti Surabaya, Surakarta, dan Bandung.

Kepemimpinan yang Mendorong Inovasi Layanan

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut prestasi ini sebagai hasil dari kerja kolektif seluruh ASN yang konsisten melakukan pembenahan dan inovasi pelayanan.

“Capaian Indeks 4,73 dengan predikat A ini adalah bukti komitmen kami menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan standar layanan publik,” tegas Tri Adhianto.

Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Bekasi gencar mendorong digitalisasi layanan, penyederhanaan birokrasi, serta peningkatan budaya kerja aparatur yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Baca juga :  Rugikan Negara Rp240 Miliar, KPK Tahan Komisaris Utama PT IAE dalam Kasus Korupsi Gas PGN

Potensi Kota Bekasi: Pelayanan Prima Bertumpu pada Kekuatan Daerah

Keberhasilan pelayanan publik Kota Bekasi tidak terlepas dari potensi strategis daerah yang terus dimaksimalkan:

  • Kota Industri dan Jasa Nasional
    Bekasi dikenal sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Optimalisasi perizinan berbasis digital mempercepat investasi dan membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.

  • Infrastruktur dan Aksesibilitas Unggul
    Dukungan jalan tol, transportasi massal, dan kedekatan dengan Jakarta menjadikan Bekasi sebagai simpul penting pertumbuhan ekonomi Jabodetabek.

  • Transformasi Digital dan Smart City
    Penerapan layanan daring, pengaduan publik terintegrasi, serta penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) memudahkan warga mengakses layanan administrasi tanpa berbelit.

  • Kota Urban dengan Daya Saing SDM
    Bekasi memiliki bonus demografi produktif yang terus didorong melalui peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan kependudukan yang responsif.

Evaluasi Ketat, Hasil Maksimal

Penilaian Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) 2025 dilakukan secara komprehensif oleh KemenPAN-RB, mencakup kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Prosesnya meliputi pengolahan data, validasi lapangan, serta penilaian oleh tim evaluator independen.

Baca juga :  Jalan, Wajah Kota, dan Fasilitas Publik: 31 Jalan Terkeren Dunia 2025 Tunjukkan Masa Depan Kota (4)

Predikat Kategori A menandakan bahwa Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) di Kota Bekasi telah memenuhi standar pelayanan prima secara menyeluruh, baik dari sisi kebijakan, sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun kepuasan masyarakat.

Menuju Kota Modern yang Melayani

Bagi BerdayaNews.com, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi administratif, melainkan cerminan arah baru Kota Bekasi: kota modern, adaptif, dan melayani. Dengan fondasi pelayanan publik yang kuat, potensi ekonomi, industri, dan sumber daya manusia Kota Bekasi diyakini akan semakin berdampak langsung pada kesejahteraan warganya.

Prestasi ini juga memperkuat pesan bahwa di bawah kepemimpinan Tri Adhianto, Kota Bekasi tidak hanya tumbuh sebagai kota penyangga ibu kota, tetapi sebagai kota mandiri yang berdaya saing nasional.fs