BerdayaNews.com, Jambi — Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah progresif untuk memperkuat sektor pertahanan sekaligus memicu simpul ekonomi baru di wilayahnya. Langkah ini ditandai dengan komitmen Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang secara resmi menyerahkan hibah aset tanah milik daerah seluas 13,408 hektar kepada Komando Resort Militer (Korem) 042/GAPU.
Prosesi penyerahan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan ini dilangsungkan di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi pada Jumat (22/5/2026). Aset strategis tersebut nantinya akan dialokasikan penuh untuk menyokong rencana besar pembangunan Markas Komando Daerah Militer (KODAM) di Provinsi Jambi.
Acara penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M.
Kucuran Anggaran Pendukung Senilai Rp2,5 Miliar
Tidak hanya menyerahkan tanah, dalam kesempatan yang sama Gubernur Al Haris juga menggelontorkan dana hibah daerah dengan total nilai mencapai Rp2,5 miliar demi mengoptimalkan kesiapan fasilitas penunjang TNI.
Berdasarkan data teknis, alokasi dana hibah tersebut dirinci ke dalam dua pos utama:
-
Rp2.350.000.000 (Rp2,35 Miliar): Dialokasikan untuk pembangunan fisik Rumah Dinas Kepala Seksi (Kasi) Korem Garuda Putih Jambi.
-
Rp150.000.000: Dialokasikan khusus untuk pos Pengawasan Teknis pelaksanaan pembangunan rumah dinas tersebut.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa seluruh proses hibah, baik aset tanah maupun anggaran fisik, dipastikan telah melewati tahapan regulasi hukum yang ketat. Langkah ini diambil demi menjaga marwah tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance), akuntabel, dan transparan.
Alasan Strategis: Menjawab Tantangan Konflik Lahan dan Karhutla
Menurut Al Haris, Provinsi Jambi sudah sangat layak secara geopolitik dan keamanan wilayah untuk memiliki komando militer setingkat KODAM. Sederet persoalan teritorial yang kerap melanda Jambi membutuhkan penanganan komprehensif yang cepat dari instansi vertikal.
“Banyak tugas-tugas strategis yang membuat Jambi layak memiliki KODAM sendiri, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga penyelesaian konflik lahan dan isu wilayah lainnya. Penyerahan lahan ini menjadi bukti nyata kesiapan kami di daerah, dan kami menyambut rencana ini dengan sukacita,” ungkap Gubernur Al Haris.
Lebih lanjut, ia optimis keberadaan KODAM di wilayah Jambi akan menghadirkan efek domino (multiplier effect) yang positif bagi warga lokal. Hadirnya markas militer skala besar dipastikan akan memicu pembangunan infrastruktur penunjang, peningkatan konektivitas antarwilayah, hingga lahirnya ekosistem ekonomi baru di sekitar kawasan penempatan markas.
Menyiapkan Akses Terintegrasi dengan Exit Tol
Pemerintah Provinsi Jambi tampaknya tidak ingin setengah-setengah dalam mematangkan proyek strategis ini. Lokasi lahan yang dihibahkan saat ini dinilai sangat prospektif karena berada bersebelahan dengan fasilitas penting lain, seperti Universitas Jambi (UNJA), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta berhadapan langsung dengan Sekolah Polisi Negara (SPN).
Namun, Pemprov Jambi bahkan telah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang berupa penyediaan lahan alternatif.
-
Kawasan Alternatif Mendalo: Pemprov telah memetakan opsi lahan di sekitar Mendalo yang merupakan daerah exit tol utama.
-
Konektivitas Jalan Tol: Pemprov Jambi saat ini tengah memacu proyek pengerjaan jalan tol yang direncanakan tersambung langsung menuju wilayah Merlung pada tahun ini.
Integrasi dengan jalur tol ini dirancang agar mobilisasi pasukan maupun urusan logistik pertahanan KODAM kelak dapat berjalan dengan efisiensi tinggi.
Respon Markas Besar TNI AD: Target Pengembangan 2027
Rencana taktis dari jajaran pemerintah daerah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak TNI Angkatan Darat. Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, mengaku terkesan dengan komitmen cepat dan penyediaan lahan rata seluas 13 hektar yang dinilainya sangat strategis tersebut.
Mayjen TNI Arief menyatakan akan segera membawa dokumen hibah ini ke tingkat pusat untuk dilaporkan langsung kepada pimpinan tertinggi Angkatan Darat. Sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat, korps militer menjadwalkan adanya pengembangan wilayah pertahanan baru dalam waktu dekat.
“Sesuai rencana strategis TNI Angkatan Darat, pada tahun 2027 nanti akan dikembangkan lagi 4 KODAM baru, dan mudah-mudahan salah satunya adalah di Jambi. Pasca-penandatanganan ini, segera akan ada proses lanjutan seperti peninjauan dan pengkajian mendalam sebelum keputusan final diturunkan dari Mabes Angkatan Darat,” pungkas Pangdam. (Red/fs)


