BerdayaNews.cim, Bekasi — Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Tirta Bhagasasi tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontrak kerja sama dengan mitra swasta, PT Moya Bekasi Jaya. Langkah ini diambil guna menyehatkan struktur finansial perusahaan sekaligus memastikan masyarakat Bekasi mendapatkan akses air bersih yang berkualitas dengan harga yang adil.
Direktur Utama PERUMDA Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, menegaskan bahwa peninjauan ulang (renegosiasi) ini merupakan langkah strategis untuk mengoreksi perjanjian yang dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Sejak dijalin pada tahun 2011, kerja sama pengadaan air curah ini dianggap memberikan beban finansial yang tidak proporsional bagi pihak BUMD.
Poin Krusial Evaluasi: Menghapus Ketimpangan
Terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan adendum dalam delapan minggu ke depan:
-
Ketidakseimbangan Tarif: PT Moya menerapkan kenaikan tarif air curah secara otomatis setiap tahun. Di sisi lain, PERUMDA Tirta Bhagasasi tidak dapat menaikkan tarif ke pelanggan secara fleksibel karena terikat regulasi pemerintah dan mempertimbangkan daya beli masyarakat.
-
Beban Non-Revenue Water (NRW): Biaya akibat kehilangan air dalam proses distribusi saat ini ditanggung sepenuhnya oleh PERUMDA. Hal ini sangat membebani kas daerah.
-
Optimalisasi Off Take: PERUMDA dituntut untuk membayar biaya minimal pemakaian, meskipun kapasitas air yang tersedia belum terserap sepenuhnya oleh jaringan pelanggan.
Fokus pada Kualitas Air Layak Konsumsi
Selain aspek finansial, renegosiasi ini bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas air layak konsumsi. Reza Lutfi menekankan bahwa efisiensi biaya yang dihasilkan dari adendum ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk penguatan infrastruktur pengolahan air.
“Prinsip kerja sama BUMD harus membawa keuntungan yang berkelanjutan. Bukan hanya soal angka, tapi bagaimana keuntungan tersebut kembali ke masyarakat dalam bentuk air yang lebih bersih, jernih, dan memenuhi standar kesehatan (Permenkes),” ujar Reza.
Kualitas air menjadi prioritas utama. Dengan tercapainya win-win solution, diharapkan PT Moya sebagai penyedia air curah dapat lebih konsisten menjaga parameter kekeruhan (turbidity) dan kadar kimiawi air agar tetap berada di bawah ambang batas aman. Hal ini krusial untuk memastikan air yang mengalir ke rumah pelanggan tidak sekadar “air bersih” untuk mandi dan cuci, tetapi mendekati kriteria layak konsumsi yang aman bagi kesehatan jangka panjang.
Target Delapan Minggu
Proses pembahasan adendum ini ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. PERUMDA Tirta Bhagasasi berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan air selama masa transisi evaluasi ini berlangsung.
Dengan perbaikan kontrak ini, diharapkan tercipta iklim kerja sama yang sehat antara sektor publik dan swasta, di mana keberlanjutan bisnis tetap terjaga tanpa mengabaikan fungsi sosial BUMD dalam melayani kebutuhan dasar warga Bekasi.fs
Reporter: Abudin


