BerdayaNews.com, Kota Bekasi — Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Jaya Eko, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Bekasi Raya, Kamis (30/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pengurus PWI Bekasi Raya, insan pers lintas media, tokoh masyarakat, anak yatim piatu, serta sejumlah tamu undangan. Selain sebagai momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan, peringatan Isra Mi’raj juga menjadi ruang refleksi penting atas peran pers dalam pembangunan daerah, khususnya di Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Jaya Eko menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Bekasi dan Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, apresiasi dan ucapan terima kasih tetap disampaikan atas undangan serta terselenggaranya kegiatan keagamaan yang sarat nilai spiritual dan sosial tersebut.

Lebih jauh, Jaya Eko menegaskan bahwa wartawan memiliki fungsi strategis sebagai pilar demokrasi lokal, bukan sekadar penyampai informasi. Menurutnya, wartawan berperan penting sebagai pengawas kebijakan publik, penyambung aspirasi masyarakat, serta penggerak literasi informasi yang sehat dan berimbang.

“Kemajuan Kota Bekasi tidak bisa dilepaskan dari peran wartawan. Pers yang profesional dan berintegritas adalah mitra kritis pemerintah, bukan sekadar corong, tetapi penjaga akal sehat publik,” ujarnya.

Namun demikian, Jaya Eko juga mengingatkan bahwa dunia media, baik cetak maupun online, masih menghadapi sejumlah kelemahan struktural dan etik. Di antaranya adalah ketergantungan pada kecepatan tanpa verifikasi mendalam, minimnya pendalaman isu kebijakan daerah, hingga tantangan independensi akibat tekanan ekonomi dan kepentingan tertentu.

Baca juga :  Jadi Perbincangan, Pembangunan Skatepark Kota Bekasi Bikin Warga Luar Daerah Ramai-ramai Tag Kepala Daerahnya, Termasuk Malaysia

Ia menilai, media online khususnya dihadapkan pada tantangan algoritma dan klik, yang berpotensi menggeser substansi berita menjadi sensasional. Sementara media cetak masih bergulat dengan keterbatasan distribusi dan adaptasi teknologi digital.

“Di sinilah pentingnya refleksi bersama. Wartawan dituntut tetap kritis, akurat, dan beretika, agar media benar-benar menjadi alat pencerahan, bukan sekadar lalu lintas informasi,” tambahnya.

Jaya Eko juga memberikan apresiasi kepada PWI Bekasi Raya atas penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan anak yatim piatu. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan bahwa insan pers tidak hanya berperan di ruang publikasi, tetapi juga hadir dalam aksi sosial yang nyata.

“Perpaduan nilai ibadah dan kepedulian sosial seperti ini patut dicontoh. Pers tidak hanya berbicara soal berita, tetapi juga soal empati dan kemanusiaan,” tuturnya.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih dewasa dan konstruktif antara Pemerintah Kota Bekasi dan insan pers, guna mendorong komunikasi publik yang informatif, edukatif, berimbang, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.fs