BerdayaNews.com, JAKARTA – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) IX Huyula Heluma Lo Hulontalo (LAMAHU) yang digelar di Gedung Menara Imperium Lantai 7, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dalam forum tertinggi organisasi masyarakat Gorontalo tersebut menjadi penegasan kuat atas pentingnya peran organisasi kedaerahan dalam menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, termasuk di Kota Bekasi.

LAMAHU dan Sejarah Panjang Persatuan Gorontalo

LAMAHU yang merupakan singkatan dari Huyula Heluma Lo Hulontalo lahir dari semangat kearifan lokal Gorontalo, di mana kata “huyula” bermakna gotong royong, sedangkan “heluma lo hulontalo” mencerminkan ikatan kekeluargaan dan persatuan orang Gorontalo di perantauan.

Sejak awal berdirinya, LAMAHU dibentuk sebagai wadah pemersatu masyarakat Gorontalo yang tersebar di berbagai daerah Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Organisasi ini tidak hanya berfungsi menjaga silaturahmi, tetapi juga menjadi penjaga nilai adat, budaya, dan identitas Gorontalo di tengah dinamika urbanisasi dan globalisasi.

Baca juga :  Pelayanan Publik Kota Bekasi Raih Predikat Tertinggi Nasional, Bukti Kota Penyangga Ibu Kota Kian Melesat

Dalam perjalanannya, LAMAHU dikenal konsisten mengedepankan musyawarah untuk mufakat, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama, mulai dari kegiatan sosial, kebudayaan, hingga dukungan moral bagi anggota yang membutuhkan.

Apresiasi dan Harapan Wakil Wali Kota Bekasi

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan keluarga besar LAMAHU atas terselenggaranya Mubes IX sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi.

“Apresiasi tinggi dan selamat atas terlaksananya Musyawarah Besar kepada seluruh keluarga besar pengurus LAMAHU. Semoga berjalan dengan amanah, penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan dedikasi, serta membawa kemajuan bagi organisasi dan kemaslahatan bagi seluruh warga Gorontalo di mana saja berada,” ujarnya.

Menurutnya, Mubes bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan, regenerasi kepemimpinan, serta memperkuat peran LAMAHU di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Menjaga Budaya, Merawat Toleransi, dan Membangun Daerah

Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa cita-cita besar LAMAHU sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, yakni menjaga budaya, memperkuat gotong royong, serta menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi di mana pun berada.

“Dari mana pun kita berasal, cintailah juga daerah tempat kita tinggal saat ini. Jadilah perekat persatuan, junjung tinggi toleransi, dan ikut memajukan daerah,” tegasnya.

Ia juga menilai LAMAHU memiliki peran penting sebagai motor penggerak kepedulian sosial, tidak hanya bagi warga Gorontalo, tetapi juga bagi masyarakat luas di lingkungan tempat organisasi tersebut berada.

Baca juga :  Pemkot Bekasi dan Kejari Bekasi Berikan Pembekalan kepada 56 Operator Kelurahan Program Jaga Desa

Mitra Strategis Pembangunan Kota Bekasi

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bekasi memandang organisasi kemasyarakatan seperti LAMAHU sebagai mitra strategis pembangunan daerah, terutama dalam membangun aspek spiritual, moral, dan peradaban masyarakat perkotaan yang majemuk.

“Pemerintah menjadi pengayom dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. LAMAHU merupakan mitra strategis untuk bersama-sama mewujudkan Kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera bagi seluruh warganya,” tutup Abdul Harris Bobihoe.

Musyawarah Besar IX LAMAHU ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, program kerja yang adaptif, serta memperkuat peran LAMAHU sebagai simbol persatuan dan kekuatan sosial masyarakat Gorontalo di perantauan.fs