BerdayaNews.com, JAKARTA – Di tengah ritme hidup orang muda dan keluarga muda yang kian padat—antara pekerjaan, studi, relasi, dan dinamika rumah tangga—hari Minggu kerap menjadi satu-satunya ruang untuk memulihkan diri. Menyadari kebutuhan itu, Misa Kawula Muda Paroki Jagakarsa Ratu Rosari dihadirkan sepanjang tahun 2026 sebagai ruang perjumpaan yang hangat, relevan, dan membumi.
Bukan sekadar perayaan Ekaristi, Misa Kawula Muda menjadi tempat orang muda bertemu Tuhan sekaligus sesama, berjalan bersama dalam iman yang hidup dan kontekstual. Misa ini dirancang agar dekat dengan realitas generasi muda dan keluarga muda—tanpa menggurui, namun mengajak terlibat.
Iman yang Mengalir ke Cara Hidup

Pelaksanaan Misa Kawula Muda ini sejalan dengan ARDAS 2026 yang dicanangkan oleh Keuskupan Agung Jakarta, yakni Berperan Aktif dan Bersinergi untuk Mewujudkan Keutuhan Alam Ciptaan.
Melalui tema tersebut, umat diajak memahami bahwa iman tidak berhenti di altar, melainkan mengalir ke cara bekerja, membangun keluarga, merawat relasi sosial, dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Tema-tema yang diangkat dalam Misa Kawula Muda menyinggung langsung kehidupan sehari-hari orang muda: pergumulan karier, pencarian makna hidup, relasi, pernikahan, pengasuhan anak, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Orang Muda: Bukan Penonton, tetapi Pelaku
Semangat keterlibatan orang muda ini selaras dengan pesan Paus Fransiskus dalam dokumen apostolik Christus Vivit yang menegaskan:
“You are not the future, but the now of God.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa orang muda bukan sekadar pewaris Gereja di masa depan, melainkan pelaku aktif iman di masa kini—termasuk dalam merawat keutuhan alam ciptaan.
Terbuka untuk Umum, Datang Apa Adanya
Misa Kawula Muda dilaksanakan setiap Minggu sore di Kapel Desa Putera, wilayah Paroki Jagakarsa Ratu Rosari. Rangkaian kegiatan diawali dengan Praise & Worship pukul 16.30 WIB, dilanjutkan Perayaan Ekaristi pukul 17.00 WIB.
Misa ini terbuka untuk umum. Umat diajak hadir apa adanya—mengajak sahabat, rekan kerja, pasangan, komunitas, hingga keluarga—untuk berjalan bersama, menumbuhkan iman yang hidup, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Menumbuhkan Iman, Merawat Rumah Bersama
Melalui Misa Kawula Muda, Gereja tidak hanya menghadirkan ruang doa, tetapi juga ruang refleksi dan aksi. Dari altar menuju kehidupan nyata, umat diajak membangun gaya hidup yang lebih peduli, sederhana, dan bertanggung jawab demi keutuhan alam ciptaan—rumah bersama yang dipercayakan Tuhan. Pastor pendamping OMK mengatakan: “Misa Kawula Muda ini kami hadirkan sebagai ruang aman bagi orang muda dan keluarga muda untuk bertumbuh dalam iman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Iman harus menyentuh cara hidup, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujar Pastor Pendamping OMK Paroki Jagakarsa. Para kawula muda mneyambut acara ini, mereka mengatakn: ““Misa Kawula Muda ini terasa dekat dengan kehidupan kami. Bahasanya membumi dan temanya relevan dengan tantangan kerja dan relasi yang kami hadapi sehari-hari,” kata Maria (27), peserta misa. Testimoni keluarga muda juga mengatakan: ““Kami merasa diterima apa adanya. Anak-anak pun nyaman, dan kami pulang dengan refleksi tentang bagaimana hidup lebih peduli pada lingkungan,” ujar Andi dan Rina, pasangan muda yang rutin mengikuti misa.
Berdayanews.com juga memperhatikan beberapa hal yang baik dilakukan sebagai perhatian kawula muda, antara lain:
-
Rata-rata peserta Misa Kawula Muda setiap Minggu (misalnya 150–300 orang).
-
Keterlibatan komunitas: OMK, pasangan muda, keluarga muda, dan komunitas kategorial.
-
Program lanjutan pasca-misa, seperti:
-
aksi bersih lingkungan,
-
pengurangan sampah plastik,
-
kegiatan sosial dan bakti lingkungan,
-
diskusi iman dan keluarga.fs
-


