BerdayaNews.com, Tasikmalaya, Jawa Barat — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (20/01/2026), guna memastikan stabilitas harga pangan dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli rakyat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang masih berfluktuasi.

Peninjauan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengendalian inflasi pangan, sekaligus memastikan pasar tradisional tetap berfungsi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Dalam kunjungannya, Wapres menyusuri sejumlah lapak pedagang bahan pangan, ikan, dan kebutuhan rumah tangga. Ia memantau langsung perkembangan harga komoditas strategis, berdialog dengan pedagang, serta mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kondisi pasar.

Harga Pangan Relatif Stabil di Tengah Tekanan Biaya Hidup

Secara nasional, awal 2026 ditandai dengan kecenderungan kenaikan bertahap harga kebutuhan pokok akibat kombinasi faktor musiman, biaya distribusi, serta penyesuaian harga energi dan logistik. Komoditas seperti beras, cabai, dan bawang merah masih menunjukkan fluktuasi di sejumlah daerah, sementara protein hewani relatif lebih stabil berkat dukungan produksi domestik.

Baca juga :  Evaluasi Kerja Sama PERUMDA Tirta Bhagasasi dan PT Moya: Menuju Harmonisasi Tarif dan Jaminan Kualitas Air Layak Konsumsi

Di Tasikmalaya, kondisi tersebut dinilai lebih terkendali. Kepala UPTD Pasar I Kota Tasikmalaya, Deri Herlisana, menyampaikan bahwa secara umum harga pangan di Pasar Cikurubuk masih berada dalam batas wajar.

“Harga komoditas, khususnya daging ayam, saat ini cenderung stabil dan ketersediaannya masih mampu memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Deri.

Ia juga menegaskan bahwa pasokan ikan air tawar berada dalam kondisi aman, mengingat Tasikmalaya merupakan salah satu sentra produksi perikanan air tawar di wilayah Priangan Timur.

“Pasokan ikan tawar segar relatif aman karena berasal dari produksi lokal masyarakat serta pasokan dari daerah sekitar,” tambahnya.

Perbaikan Pasar dan Distribusi Jadi Kunci Pengendalian Harga

Melihat kondisi pasar, Wapres menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pasar secara bertahap, terutama dari sisi kebersihan, penataan, dan kenyamanan. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga minat belanja masyarakat sekaligus memperkuat posisi pasar tradisional di tengah persaingan dengan ritel modern.

Selain itu, Wapres juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelancaran distribusi barang, memastikan kecukupan pasokan, serta mencegah praktik penimbunan bahan pokok yang berpotensi memicu lonjakan harga.

Baca juga :  Semarak Ramadan 2026: Tarawih Keliling di Jatimekar, Wakil Wali Kota Bekasi Salurkan Bantuan dan Beri Kejutan untuk Anak-Anak

Pedagang Sambut Positif Kehadiran Pemerintah

Kunjungan Wapres disambut antusias para pedagang. Ela, pedagang sayur di Pasar Cikurubuk, mengaku merasa diperhatikan secara langsung oleh pemerintah.

“Alhamdulillah, senang sekali dan tidak menyangka Bapak Wakil Presiden bisa datang dan berbelanja langsung di tempat kami. Kami sebagai warga kecil merasa sangat diperhatikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pasar Cikurubuk merupakan pasar tradisional terbesar di wilayah Priangan Timur, dengan sekitar 5.000 pedagang yang beraktivitas setiap hari. Pasar ini berperan penting sebagai pusat distribusi bahan pangan bagi Kota Tasikmalaya dan daerah sekitarnya, sekaligus menjadi indikator vital stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.fs