BerdayaNews.com, Banjarbaru — Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Sekolah Rakyat yang kini hadir di 166 lokasi pada 34 provinsi di Indonesia, Senin (12/1/2026). Peluncuran terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dihadiri lebih dari 2.000 siswa, guru, pendamping sosial, serta perwakilan pemerintah daerah.

Dalam pidatonya yang menyentuh, Presiden Prabowo menegaskan bahwa anak-anak Sekolah Rakyat—yang mayoritas berasal dari keluarga buruh, petani kecil, nelayan, pemulung, dan pekerja sektor informal—tidak boleh merasa rendah diri.

“Saudara-saudaraku anak-anak Sekolah Rakyat, jangan kalian berkecil hati. Jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau pemulung, karena mereka adalah orang-orang yang mulia,” tegas Presiden.

Menghormati Orang Tua, Menjaga Integritas

Presiden menekankan bahwa ukuran kemuliaan bukanlah status sosial, melainkan kejujuran, kerja keras, dan integritas.

“Saya lebih hormat kepada pemulung dan tukang becak yang bekerja dengan keringat, daripada orang pintar tapi mencuri uang rakyat,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan panjang.

Pesan antikorupsi ini sengaja ditekankan sebagai nilai dasar yang ditanamkan sejak dini kepada siswa Sekolah Rakyat.

Baca juga :  Dunia Berguncang: Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Akhir Era Tiga Dekade Kekuasaan Iran

Guru-Guru Pengabdian di Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat di Banjarbaru diasuh oleh guru-guru dengan latar belakang pengabdian sosial dan pendidikan inklusif. Nur Aisyah, S.Pd, guru literasi dan numerasi, menyebut anak-anak Sekolah Rakyat memiliki motivasi belajar yang tinggi.

“Mereka belajar dengan rasa aman. Kebutuhan dasar terpenuhi, sehingga fokus pada pelajaran dan pengembangan diri,” ujarnya.

Sementara Rizky Maulana, M.Kom, guru teknologi pembelajaran digital, menjelaskan bahwa siswa dibekali literasi digital dan eksplorasi bakat sejak dini.

“Kami ingin mereka percaya diri menghadapi masa depan, tidak tertinggal secara teknologi,” katanya.

Suara Siswa: Sekolah yang Mengubah Hidup

Bagi siswa, Sekolah Rakyat adalah ruang harapan baru. Siti Rahma (13), siswi dari keluarga pemulung, mengaku kini berani bercita-cita menjadi guru.

“Sekarang saya tidak malu lagi. Kami makan teratur, belajar pakai tablet, dan guru-gurunya peduli,” ucapnya.

Ahmad Fauzan (15), anak buruh harian lepas, menambahkan:

“Pesan Presiden bikin saya yakin sekolah ini jalan saya untuk mengubah nasib keluarga,” katanya.

Sumber Dana Pembiayaan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa pembiayaan Sekolah Rakyat sepenuhnya ditanggung negara, dengan skema berlapis dan berkelanjutan, antara lain:

  1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
    Dialokasikan melalui Kementerian Sosial untuk operasional utama, termasuk pendidikan, asrama, konsumsi, perlengkapan sekolah, dan pendampingan sosial.

  2. Sinergi Kementerian/Lembaga (K/L)
    Dukungan lintas K/L seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Kominfo untuk kurikulum, layanan kesehatan, sarana prasarana, serta pembelajaran digital.

  3. Dukungan Pemerintah Daerah (APBD)
    Pemda berperan dalam penyediaan lahan, bangunan pendukung, utilitas, serta tenaga pendamping lokal.

  4. Kemitraan Non-Tunai dan CSR
    Bersifat pelengkap, berupa bantuan fasilitas, perangkat teknologi, dan pengembangan bakat—tanpa membebani siswa maupun orang tua.

“Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Ini adalah ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. Semua kebutuhan siswa ditanggung negara agar anak-anak bisa belajar tanpa beban biaya,” tegas Gus Ipul.

Ekosistem Pemutus Mata Rantai Kemiskinan

Selama semester pertama Tahun Ajaran 2025–2026, Sekolah Rakyat menunjukkan capaian positif. Setiap siswa mendapatkan:

  • Pemenuhan gizi 24 jam

  • Tiga kali makan utama dan dua kali snack

  • Kurikulum modern berbasis digital

  • Pengembangan minat dan bakat melalui Talent DNA

“Sekolah Rakyat adalah kawah Candradimuka, tempat anak-anak dari keluarga rentan ditempa untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah masa depan keluarga,” ujar Gus Ipul.

Negara Hadir untuk Anak Bangsa

Menutup acara, Presiden Prabowo mengapresiasi keberanian jajarannya dalam melahirkan kebijakan berdampak langsung bagi rakyat kecil.

“Saya terharu melihat dampak Sekolah Rakyat. Inilah bukti negara hadir untuk yang paling membutuhkan,” pungkas Presiden.

Program Sekolah Rakyat menegaskan satu pesan penting: kemiskinan tidak boleh diwariskan, dan negara wajib memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang adil untuk bermimpi dan berhasil.fs