BerdayaNews, Wisata — Berjalan kaki kini bukan sekadar aktivitas, melainkan cara paling autentik menikmati fasilitas kota. Itulah pesan utama dari daftar 31 jalan terkeren di dunia tahun 2025, yang menyoroti bagaimana ruang jalan mampu merangkum transportasi, kuliner, budaya, hiburan, UMKM, hingga kehidupan komunitas dalam satu bentang kota.
Peringkat tahunan ini disusun melalui nominasi editor dan pakar lokal dari berbagai kota dunia, lalu dinilai berdasarkan kualitas makanan, minuman, budaya, hiburan, serta semangat komunitas. Hasilnya menunjukkan satu benang merah: jalan yang hebat adalah jalan yang hidup, dikelola sebagai ruang publik bersama, bukan sekadar koridor kendaraan.
Jalan sebagai Fasilitas Kota Terlengkap
Dari Amerika Latin hingga Asia Timur, jalan-jalan terpilih berfungsi layaknya “kota mini”: ada transportasi yang mudah diakses, ruang seni, pusat UMKM, hunian adaptif, hingga ruang interaksi sosial. Berikut beberapa contoh teratas yang mencerminkan bagaimana fasilitas kota terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
1. Rua do Senado – Rio de Janeiro
Revitalisasi Sejarah, Ekonomi Kreatif, dan Ruang Budaya

Terletak di pusat Rio de Janeiro, Rua do Senado menjadi contoh sukses revitalisasi kawasan lama tanpa menghilangkan identitasnya. Jalan ini memadukan:
-
Bangunan cagar budaya dan rumah kota bersejarah
-
Fasilitas hiburan publik, seperti sesi samba mingguan
-
Ekosistem kuliner dan ekonomi kreatif dari restoran hingga bar musik
Kehadiran pasar kreatif Mercado Central RJ di bekas pabrik 1912 memperkuat fungsi jalan sebagai ruang ekonomi rakyat dan destinasi wisata urban.
Fasilitas unggulan:
kuliner lokal, ruang musik terbuka, pasar kreatif, bangunan adaptif bersejarah.
2. Orange Street – Osaka
Ruang Jalan untuk Ritel Lokal dan Gaya Hidup Kota

Di tengah Osaka, Orange Street menunjukkan bagaimana kebijakan ruang kota dapat menghidupkan kembali merek lokal. Jalan ini kini:
-
Didominasi label Jepang dan toko independen
-
Menyediakan fasilitas pejalan kaki yang nyaman dan tenang
-
Menggabungkan ritel modern, kedai kopi, dan kuliner jalanan
Perpaduan bangunan lama dan butik baru menjadikan Orange Street sebagai etalase evolusi kota Osaka.
Fasilitas unggulan:
zona pedestrian, UMKM kreatif, kafe lokal, ritel berkelanjutan.
3. Rua do Bonjardim – Porto
Integrasi Pariwisata, Hunian, dan Seni Pertunjukan

Hampir satu kilometer panjangnya, Rua do Bonjardim di Porto menunjukkan bagaimana satu jalan dapat menjadi tulang punggung kota. Di sini terdapat:
-
Pasar tradisional dan toko kelontong lokal
-
Hotel adaptif dari bekas pabrik
-
Akses langsung ke fasilitas budaya, termasuk teater kota
Jalan ini menghubungkan kebutuhan wisatawan dan warga lokal tanpa saling menyingkirkan.
Fasilitas unggulan:
akomodasi kota, pasar rakyat, restoran lokal, teater dan ruang seni.
4. Fanghua Street – Chengdu
Ruang Publik Santai dan Komunitas Harian

Fanghua Street di Chengdu adalah contoh jalan yang berfungsi sebagai ruang hidup sehari-hari. Fasilitas kotanya meliputi:
-
Kedai kopi yang bertransformasi menjadi bar malam
-
Studio kerajinan dan butik independen
-
Pusat komunitas tempat warga bermain mahjong
Kursi lipat di pinggir jalan menjadi simbol sederhana bahwa kota ini dirancang untuk berhenti, duduk, dan berinteraksi.
Fasilitas unggulan:
ruang duduk publik, UMKM kreatif, pusat komunitas, kuliner lokal.
Inspirasi bagi Kota-Kota Dunia
Daftar 31 jalan terkeren dunia 2025 memperlihatkan bahwa kualitas kota tidak hanya diukur dari gedung megah, tetapi dari bagaimana jalan:
-
Mendukung mobilitas ramah pejalan kaki
-
Memberi ruang bagi ekonomi lokal dan budaya
-
Menjadi fasilitas publik yang inklusif dan hidup
Bagi kota-kota yang sedang berbenah, pesan utamanya jelas: bangunlah jalan sebagai ruang bersama, karena di sanalah denyut kota benar-benar terasa. (bersambung). fs


